
TPID: Persediaan Pangan di Tanjungpinang Aman

Kami mencari solusi terkait potensi permasalahan kenaikan harga dan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat yang terjadi saat Natal dan Tahun Baru 2016
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menyatakan persediaan pangan di kota ini hingga akhir tahun 2015 aman.
"Ketersediaan beras dan bahan pangan lainnya aman hingga tahun baru 2016," kata Ketua TPID Tanjungpinang Riono dalam rapat pengendalian inflasi dan persediaan bahan pangan di Tanjungpinang, Sabtu.
Rapat tersebut dilaksanakan untuk mengetahui harga barang kebutuhan masyarakat, sekaligus upaya untuk mengendalikan inflasi menjelang Natal dan tahun baru.
Riono yang juga menjabat sebagai Sekda Tanjungpinang menambahkan, Pemerintah berupaya mengantisipasi terjadi kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat menjelang hari besar tersebut.
"Kami mencari solusi terkait potensi permasalahan kenaikan harga dan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat yang terjadi saat Natal dan Tahun Baru 2016," ujarnya.
Riono mengatakan salah satu cara menutupi kebutuhan masyarakat adalah melalui program sentuh air sentuh tanah. Program ini bertujuan mendorong masyarakat menanam sayur-sayuran dan buah-buah di halaman rumah.
Seluruh satuan kerja perangkat daerah diminta untuk mendorong masyarakat melaksanakan program tersebut.
"Program sentuh air sentuh tanah tentunya akan mendukung swasembada pangan, terutama pada sayur-sayuran. Kita bisa memanfaatkan lahan rumah tangga," ujarnya.
Dia mengemukakan program tersebut juga dilaksanakan di 18 kelurahan. Contohnya, di Kelurahan Tanjungpinang Barat menanam tomat, Kelurahan Tanjungpinang Kota menanam cabai, dan kelurahan lainnya menanam bayam, kangkung, dan sawi.
Sementara itu, Kepala Bulog Tanjungpinang Edi Hanif mengatakan stok bahan pokok, terutama beras dalam kondisi aman untuk tiga bulan ke depan di Kota Tanjungpinang.
"Stok di gudang Bulog ada 800 ton, dengan persediaan ini stok beras untuk tiga bulan ke depan aman," ujarnya
Sementara perwakilan Bank Indonesia Viktor Arya Bekti Harbowo mengemukakan pihaknya telah mengeksekusi rekomendasi rapat pada September 2015 di antaranya mengurangi ketergantungan pasokan, khususnya bahan makanan dari luar daerah dengan memperkuat ketahanan pangan lokal dan meningkatkan infrastruktur konektivitas.
"Kami sudah melakukan pemetaan surplus defisit pangan, serta mempersiapkan langkah mitigasi risiko melambungnya harga saat musim angin utara," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
