Logo Header Antaranews Kepri

TPID: Kepri Deflasi 0,72 Persen

Kamis, 5 November 2015 21:54 WIB
Image Print
Kepri melanjutkan deflasi, dipengaruhi turunnya harga komoditas 'volatile food'

Batam (Antara Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah mencatat Provinsi Kepulauan Riau mengalami deflasi 0,73 persen (mtm) atau inflasi tahunan 7,15 persen (yoy) pada Oktober 2015, lebih tinggi dibandingkan deflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,01 persen (mtm) atau inflasi 8,30 persen (yoy).

"Kepri melanjutkan deflasi, dipengaruhi turunnya harga komoditas 'volatile food'," kata Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kamis.

Kelompok volatile food mencatat deflasi relatif besar, sebanyak 3,53 persen (mtm), dengan andil 0,71 persen (mtm). Angka itu juga lebih besar ketimbang periode sebelumnya yang juga deflasi 1,15 persen.

Deflasi di Kepri ditopang oleh koreksi harga yang sebelumnya naik, antara lain cabai merah, bayam, kangkung, ayam ras (daging dan telur) serta tarif angkutan udara.

Menurunnya harga cabai didorong oleh melimbahnya pasokan karena panen raya di beberapa sentra di Pulau Jawa. Didukung juga oleh permintaan cabai yang stabil.

Dan deflasi daging dan telur ayam ras dipengaruhi oleh koreksi harga di tingkat distributor.

Sementara itu, deflasi kelompok inti disumbang oleh penurunan harga komoditas besi beton dan emas perhiasan.

Kelompok itu mengalami deflasi 0,2 persen (mtm) dengan andil 0,01 persen (mtm). Padahal pada bulan sebelumnya kelompok inti masih mengalami inflasi 0,16 persen (mtm).

"Membaiknya nilai tukar rupiah serta turunnya harga BBM, listrik dan gas rumah tangga menjadi peredam tekanan inflasi kelompok inti," kata pria yang juga Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kepri itu.

Sedangkan kelompok "administered prices' juga mencatatkan deflasi 0,002 persen (mtm).

"Turunnya tarif angkutan udara, khususnya di Tanjungpinang seiring dengan musim 'low season' serta normalisasi tarif yang telah naik tinggi sebelumnya," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026