Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Sertifikasi 200 Pramuwisata

Kamis, 5 November 2015 22:07 WIB
Image Print
Ke depannya akan berkembang, sesuai kebutuhan. Karena potensi besar lainnya itu wisatawan dari India, Filipina, juga Jepang

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menyertifikati 200 orang pemandu wisata yang boleh bekerja memandu wisatawan di kota itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Kamis, menyatakan sertifikasi kepada pramuwisata itu penting untuk menambah profesionalitas dalam melayani wisatawan dalam dan luar negeri.

Lisensi yang diberikan setelah pemandu wisata lulus Uji Kompetensi dari Pemkot itu berlaku untuk lima tahun.

Sertifikasi diberikan untuk pramuwisata spesialisasi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin dan Bahasa Korea.

"Ke depannya akan berkembang, sesuai kebutuhan. Karena potensi besar lainnya itu wisatawan dari India, Filipina, juga Jepang," tuturnya.

Yusfa percaya sertifikasi pemandu wisata dapat menambah kepercayaan wisatawan serta memberikan nilai jual tambahan bagi wisata di Batam.

Kepada pemandu wisata, Yusfa mengingatkan tiga hal penting yang harus dikuasai, yaitu memahami destinasi yang dikunjungi.

"Oleh karena itu perlu terus meningkatkan keterampilan, wawasan, dan pengetahuan terutama informasi seputar Batam, termasuk tentang adanya Pemkot dan BP Batam. Karena banyak yang bertanya tentang hal itu. 'Tour guide' juga harus bisa jelaskan soal itu. Hindari penjelasan yang asal," pesan Yusfa.

Kedua, pramuwisata juga harus jujur. Jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan wisatawan, maka bisa meminta maaf karena tidak bisa langsung menjawab.

Dan ketiga, pramuwisata harus berpenampilan menarik, dalam artian bersih, wangi, dan rapi.

"Karena tugasnya berinteraksi dengan orang lain, sehingga 'performance' menjadi hal yang penting. Perilaku pramuwisata cerminan penduduk Batam bahkan Indonesia. Saya wanti-wanti untuk betul-betul perhatikan ini," tutur Yusfa, mengingatkan.

Sementara itu Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batam, Denny S mengatakan nantinya hanya pramuwisata bersertifikat yang boleh memandu turis di Batam.

"Ke depannya akan dilakukan penertiban oleh Satgas yang akan dibentuk kemudian. Tapi masih diberi waktu tiga minggu untuk mengambil lisensi ini. Setelah itu baru penertiban di lapangan," kata Denny.

Menurut dia, sertifikasi pramuwisata penting demi memastikan turis dipandu oleh orang yang memiliki kompetensi.

"Baik buruknya Batam, tergantung 'guide'-nya," tambah Denny. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026