Logo Header Antaranews Kepri

LMB Karimun Sumbang Buku Pelajar Pedalaman

Sabtu, 2 Januari 2016 23:07 WIB
Image Print
"Bantuan buku ini untuk memotivasi anak-anak di daerah hinterland agar bersekolah sampai jenjang yang lebih tinggi. Orang tua mereka juga kami harapkan mendukung anak-anaknya agar tetap bersekolah

Karimun, Kepri (Antara Kepri) - Dewan Pimpinan Daerah Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menyumbang buku tulis untuk pelajar di pedalaman yang kurang mampu secara ekonomi

"Tahap awal kami menyumbang 50 lusin buku tulis yang diserahkan hari ini melalui Batin LMB Desa Penarah, Kecamatan Belat," kata Ketua DPD LMB Karimun Datuk Panglima Muda Azman Zainal di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Azman Zainal buku itu untuk siswa SD di Desa Penarah dan Dusun Mata Air, Kecamatan Kundur Barat, masing-masing sebanyak 25 lusin.


Dia mengatakan, nilai bantuan tersebut memang relatif kecil, namun dia berharap warga di daerah pedalaman terbantu dengan bantuan tersebut, sehingga anak-anak mereka bisa menikmati pendidikan tanpa memikirkan biaya beli buku menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar setelah libur Natal dan tahun baru.

Menurut dia, Desa Penarah di Pulau Belat merupakan satu desa yang masih tertinggal dan masuk wilayah Kecamatan Belat yang baru dimekarkan dua tahun silam, dengan jumlah penduduk kurang mampu masih cukup dan sebagian besar masyarakatnya berprofesi nelayan dan buruh tani. Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Mata Air yang jauh dari pusat kota Tanjung Balai Karimun di Pulau Karimun Besar.


"Bantuan buku ini untuk memotivasi anak-anak di daerah hinterland agar bersekolah sampai jenjang yang lebih tinggi. Orang tua mereka juga kami harapkan mendukung anak-anaknya agar tetap bersekolah," kata dia.

Sebagai anak pulau, Azman meyakini para pelajar di pedalaman masih jauh dari pengaruh negatif perkotaan.

LMB, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan, menurut dia, berkomitmen untuk terus melakukan aksi sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, termasuk bidang pendidikan.

"Anak-anak pulau tidak kalah pintarnya dengan anak-anak di kota, mungkin mereka lebih berprestasi karena masih jauh dari pengaruh negatif perkotaan. Kita berkewajiban untuk mendorong mereka untuk terus bersekolah," ucapnya.

Batin LMB Desa Penarah Suparman mengatakan, Desa Penarah memiliki penduduk sekitar 80 kepala keluarga yang mayoritas nelayan tradisional dengan penghasilan tergolong rendah.

"Bantuan buku ini diharapkan mendorong warga untuk terus menyekolahkan anaknya. Jangan bawa anak ke laut sehingga tidak lagi mengenyam dunia pendidikan," kata dia.

Suparman mengharapkan agar pemerintah daerah meningkatkan sarana infrastruktur pendukung pendidikan di Desa Penarah, memperhatikan ketersediaan tenaga pendidik berstatus pegawai negeri sipil.

"Sebagian besar tenaga pengajar di Penarah masih honorer, kalau sudah PNS tentu mereka lebih tekun mengajar," kata dia.

Seorang siswa kelas I SD di Penarah Rivan mengungkapkan rasa senangnya dengan bantuan buku yang diberikan LMB. Rivan mengaku akan menggunakan buku tersebut untuk catatan pelajaran di sekolahnya.

"Senin nanti saya sudah sekolah, dan kebetulan masih kurang buku. Saya akan gunakan buku ini karena buku lama sudah habis," kata dia. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026