Logo Header Antaranews Kepri

TPID: 2015 Kepri Inflasi 4,4 Persen

Kamis, 7 Januari 2016 03:56 WIB
Image Print
Tekanan inflasi Kepri meningkat pada Desember, terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas 'volatile food'

Batam (Antara Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi 4,4 persen (yoy) pada 2015, lebih tinggi dibanding nasional sebesar 3,35 persen (yoy), kata Sekretaris II TPID Kepri Eko Waluyo Purwoko di Batam, Rabu.

Tingginya inflasi pada 2015 itu didorong meningkatnya harga kebutuhan pangan, terutama beras.

Pada Desember 2015 saja, Kepri mengalami inflasi 0,97 persen (mtm), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya 0,47 persen (mtm). Inflasi Kepri itu juga di atas nasional sebesar 0,96 persen.

"Tekanan inflasi Kepri meningkat pada Desember, terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas 'volatile food'," ucap Eko.

Berdasarkan kota, inflasi Batam melaju di atas nasional dengan inflasi sebesar 0,99 persen (mtm) atau 4,73 persen (yoy). Sedangkan inflasi Tanjungpinang sebesar 0,86 persen (mtm) atau 2,46 persen (yoy), lebih rendah dari nasional.

Inflasi volatile food mencapai 4,01 persen (mtm), meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 2,20 persen (mtm). Tekanan harga komoditas volatile food diperkirakan dipengaruhi menurunnya pasokan terutama komoditas cabai merah, bayam, dan bawang merah.

"Seiring dengan berakhirnya masa panen, sementara tingkat permintaan pada akhir tahun cenderung meningkat," tuturnya, menjelaskan.

Secara keseluruhan tahun, inflasi volatile food juga tercatat cukup tinggi yaitu sebesar 10,15 persen (yoy), dipengaruhi oleh penurunan pasokan domestik karena El Nino.

Inflasi inti sebesar 0,15 persen (mtm), meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,01 persen (mtm).

Tekanan inflasi inti terutama bersumber dari kelompok makanan jadi, dipengaruhi penyesuaian harga produsen, sejalan dengan lonjakan harga bahan makanan dalam beberapa bulan terakhir.

Sedangkan inflasi "administered prices" tercatat 0,42 persen (mtm), meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,18 persen (mtm).

Tekanan inflasi administered prices didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara sejalan dengan musim liburan dan kenaikan harga elpiji.

"Untuk keseluruhan tahun, inflasi administered prices juga relatif rendah sebesar 2,26 persen (yoy), yang ditopang oleh penurunan harga BBM oleh pemerintah beberapa kali pada 2015, sejalan dengan penurunan harga minyak dunia," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026