
REI Batam Bangun 3.000 RST

Batam (Antara Kepri) - Real Estat Indonesia khusus Batam Kepulauan Riau, hingga awal 2016, sudah membangun 3.000 unit Rumah Sejahtera Tapak di kota itu dari target pembangunan 5.500 unit RST.
"Ini jatah dari REI pusat sebanyak 250 ribu unit, kami dibebankan 5.500 unit," kata Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) khusus Batam Djaja Roeslim di Batam, Rabu.
Ia mengatakan dari 3.000 unit RST, sebagian sudah siap huni dan sebagian lagi masih dalam proses pengerjaan.
Rumah-rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah itu umumnya didirikan di Tanjungpiayu, Tanjunguncang dan Batuaji.
Untuk memenuhi target hingga membangun 5.500 unit rumah, Djaja mengatakan REI menghadapi kendala keterbatasan lahan, dan harga lahan yang tinggi.
"Kami punya kesulitan untuk merealisasikan target. Kendalanya keterbatasan lahan. Sudah tidak ada lahan yang murah di Batam," katanya.
Selain itu, perizinan yang panjang dan memakan waktu juga menjadi kendala tersendiri.
REI menghitung, butuh waktu sekira dua tahun dalam mengurus izin.
"Kendala lainnya juga biaya yang tinggi. Harga produksi tinggi," katanya.
Padahal pemerintah sudah menetapkan harga RST Rp116 juta per unit. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan pengusaha bisa lebih dari itu.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri berkomitmen menyederhanakan berbagai perizinan pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah yang terdapat di pemerintah daerah.
Saat ini, terdapat 44 perizinan yang harus diurus pengembang dalam membangun rumah MBR. Masing-masing izin dikeluarkan oleh lembaga yang berbeda.
Kemendagri sudah mencoba mengelompokkan 44 perizinan tadi dalam delapan hingga 12 grup izin, untuk mempermudah pengembang. Dan masih berupaya menyederhanakannya lagi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
