
Koni Tanjungpinang Diminta Profesional
Jumat, 19 Februari 2016 20:56 WIB

Koni harus adil serta harus memantau perkembangan olahraga tiap cabor di Kota Tanjungpinang. Dalam hal ini, barulah organisasi olahraga tersebut bisa berjalan.
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ketua Harian Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Kepri, Fahmizar berpendapat, jika Pemko Tanjungpinang menyarankan agar atlet profesional, sebagaimana pemberitaan di Antara sebelumnya, maka ia juga meminta agar Koni maupun Pemko Tanjungpinang juga profesional.
"Kalau berbicara profesional, jadi untuk apa Koni Tanjungpinang itu dibentuk, kalau atlet Tanjungpinang harus berusaha sendiri," kata Fahmizar, Jumat.
Menurutnya, jika memang atlet harus mendanai sendiri keperluannya untuk berlatih, itu berarti si atlet bebas bermain di mana saja, meskipun atlet bersangkutan berasal dari Kota Tanjungpinang.
"Koni maupun Pemko Tanjungpinang tak boleh mengatur, apalagi menahan atlet untuk bermain di daerah lain. Dan jangan salahkan atlet kalau mereka bermain di luar, karena Koni tidak memberikan anggaran untuk pembinaan itu," tegasnya.
Yang perlu diketahui, selama ini memang atlet telah profesional menjalani latihan dengan biaya sendiri. Ditambah lagi kondisi sekarang, Koni Tanjungpinang tidak memiliki anggaran pembinaan.
Fahmizar yang juga pelatih tenis meja di Jalan Pramuka Tanjungpinang itu justru mempertanyakan kembali, apakah Pemko Tanjungpinang maupun Koni Kota Tanjungpinang telah profesional dalam memperhatikan perkembangan olahraga di Ibukota Provinsi Kepri tersebut.
Sebagai pengurus Koni yang bijak, Fahmizar menegaskan agar Koni harus adil serta harus memantau perkembangan olahraga tiap cabor di Kota Tanjungpinang. Dalam hal ini, barulah organisasi olahraga tersebut bisa berjalan.
"Kalau tak mau, jangan jadi pengurus,"tegasnya.
Fahmizar menyadari bahwa Koni Kota Tanjungpinang memang terhimpit pada defisit anggaran pada 2015, namun bercermin dari tahun tersebut dan soal profesional, seharusnya Koni memberikan perhatian kepada masing-masing cabor dengan me mengunjungi setiap cabor, melakukan komunikasi yang baik terhadap atlet di setiap cabor.
"Walaupun Koni tak ada dana pembinaan, minimal bisa datang melihat, mendengar keluhan atlet di cabor masing-masing," paparnya.
Sementara itu, Ketua Koni Tanjungpinang, Adnan, belum berhasil dikonfirmasi. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Saud MC
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
