
Kanpora: Kemampuan Berbahasa Asing Modal Hadapi MEA

Kualitas diri pemuda perlu ditempa mulai dari saat ini. Peningkatan wawasan pengetahuan, dan penguasaan teknologi mutlak dilakukan
Batam (Antara Kepri) - Kantor Pemuda dan Olahraga Batam mengimbau kalangan muda semakin meningkatkan kualitas diri, termasuk dengan kemampuan berbahasa asing sebagai modal menghadapi persaingan pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Kualitas diri pemuda perlu ditempa mulai dari saat ini. Peningkatan wawasan pengetahuan, dan penguasaan teknologi mutlak dilakukan. (Tuntutan akan) daya saing yang tinggi, sudah didepan mata. Maka pemuda Batam harus tingkatkan kemampuan diri menghadapi MEA," kata Kasi Pemuda Kanpora Kota Batam, Arif Hanasyam dalam seminar kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ibnu Sina Batam, Senin.
Dalam menghadapi era MEA, pemuda Indonesia akan banyak bersaing dan berkomunikasi dengan warga Negara lain, sehingga penguasaan bahasa asing menjadi penting.
"Bahasa termasuk faktor utama dalam memenangkan persaingan era pasar bebas. Kemudahan dalam berkomunikasi akan membuka sekat, globalisasi pasar saat ini," kata dia.
Arif menambahkan bahwa kepedulian anak muda terhadap lingkungannya juga harus ditingkatkan agar lingkungan sekitarnya dapat dibuat dinamis.
"Lingkungan yang baik, akan menciptakan generasi muda yang baik pula. Lingkungan yang dinamis mengikuti zamannya, akan membentuk lingkungan yang dinamis pula, namun harus tetap menjaga kultur bangsa," kata Arif.
Menurutnya pemuda hakikatnya adalah manusia emas dalam suatu kehidupan serta pemegang estafet kemajuan bangsa masa yang akan datang.
"Kualitas diri yang harus dibangun secara seimbang bagi pemuda yakni kemampuan intelektual, emosional dan spiritual," kata dia.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Batam, Kadarisman, praktisi pemuda Hendriyanto serta Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Batam, Adri Wislawawan.
Ketua KNPI Batam, Kadarisman mengatakan bahwa pemuda harus aktif bersosialisasi dan berorganisasi agar dapat mengembangkan potensi diri, baik dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan relasi.
Saat ini peran pemuda mendapat tantangan dari berbagai macam bentuk sesuai kondisi zaman yang semakin bebas dan tidak terkendali. Sehingga pengaruh lingkungan mampu mengarahkan pemuda ke arah yang tidak produktif.
"Globalisasi yang semakin bebas saat ini membuat para pemuda terbuai untuk menikmatinya ke dalam aktivitas yang membuang-buang waktu. Hal ini sangat merugikan untuk perkembangan kemampuan diri," kata dia.
Kadarisman menambahkan, perlu ditanamkan dan dikembangkan jiwa kewirausahaan pemuda Indonesia.
"Jiwa 'entrepreneurship' perlu ditanamkan sejak dini. Hal ini agar, pemuda Indonesia mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama dalam menghadapi MEA," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
