
TPID Ingatkan Risiko Inflasi akibat La Nina

Terdapat beberapa resiko inflasi yang perlu di antisipasi. Potensi La Nina pada pertengahan tahun menimbulkan potensi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah penghasil bahan makanan, khususnya di Jawa
Batam (Antara Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk mengantisipasi resiko inflasi akibat anomali cuaca La Nina yang diprediksi terjadi pada pertengahan tahun 2016.
"Terdapat beberapa resiko inflasi yang perlu di antisipasi. Potensi La Nina pada pertengahan tahun menimbulkan potensi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah penghasil bahan makanan, khususnya di Jawa," kata Ketua II TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Selasa.
La Nina yang menimbulkan potensi bencana banjir dan longsor beresiko mengganggu pasokan bahan makanan ke Kepri.
Selain La Nina, TPID juga mengingatkan potensi inflasi akibat terbatasnya pasokan bahan pangan dari sentra produksi dan kemungkinan kenaikan listrik oleh PLN persero, dengan kebijakan pengalihan listrik rumah yangga dengan daya 900 VA ke daya 1.300 VA.
Ia mengatakan tim pengendali inflasi daerah terus meningkatkan koordinasi untuk memitigasi resiko inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pangan strategis.
TPID juga menyusun rekomendasi untuk mengendalikan inflasi, antara lain mendorong percepatan kerja sama antar daerah dalam pemenuhan bahan pangan, mengoptimalkan pemafaatan lahan kosong atau lahan yang belum terpakai termasuk di pulau penyangga untuk pertanian dan peternakan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan lokal.
"Kemudian mendorong percepatan penyediaan pembangunan infrastruktur pasar induk, gudang, cold storage, pelabuhan, maupun infrastruktur lainnya, yang secara strategis dapat mempengaruhi pergerakkan harga komoditas bahan pangan sesuai dengan kebutuhan daerah," kata dia.
BMKG memprediksi Indonesia akan dilanda La Nina yang ditandai hujan turun berlebihan.
La Nina adalah kondisi terjadinya penurunan suhu muka laut di kawasan timur equator di Lautan Pasifik. Pada saat La Nina, angom passat timur yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik menguat, sehingga massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah pasifik barat. Akibatnya hujan turun lebih banyak di Samudra Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
