
Dinkes Batam Beri Imunisasi Anak Pencari Suaka

Selain anak Batam, imunisasi polio juga diberikan kepada 200 anak pencari suaka yang kini berada di Hotel Kolekta dan 69 anak di Rudenim Sekupang
Batam (Antara Kepri) - Dinas Kesehatan Kota Batam Kepulauan Riau memberikan imunisasi polio kepada 269 anak pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah yang ditempatkan di hotel dan rumah detensi imigran di kota itu.
"Selain anak Batam, imunisasi polio juga diberikan kepada 200 anak pencari suaka yang kini berada di Hotel Kolekta dan 69 anak di Rudenim Sekupang," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata di Batam, Senin.
Pemberian imunisasi polio kepada anak pencari suaka dan pengungsi yang umumnya berasal dari negara-negara di Timur Tengah dan Afrika itu dilaksanakan sejalan dengan Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016.
Ia mengatakan PIN Polio 2016 merupakan program nasional. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memberikan imunisasi anak warga negara asing itu menggunakan dana dari PIN Polio 2016.
Petugas Dinas Kesehatan langsung datang ke tempat pencari suaka dan pengungsi menginap untuk memberikan imunisasi.
Menurut Ardi, saat petugas medis memberikan obat di Hotel Kolekta dan Rudenim, tidak ada orang tua pencari suaka dan pengungsi yang menolak untuk diimunisasi.
"Mereka malah senang," katanya.
"Ini program nasional untuk eradikasi polio, pemerintah tidak memilih-milih, semua anak yang ada di kota ini harus mendapatkannya," kata Ardi lagi.
Sementara itu, Kota Batam dibanjiri pencari suaka dan pengungsi asal negara-negara Timur Tengah dan Afrika.
Pengungsi ditempatkan di Rudenim Sekupang. Sedangkan pencari suaka yang menunggu kepastian penempatan dari UNHCR ditempatkan di Hotel Kolekta, seluruh biaya hidup pencari suaka ditanggung IOM.
Pemerintah Kota terus memantau aktivitas dan keberadaan para pencari suaka dan pengungsi agar tidak mengganggu ketentraman penduduk kota. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
