Logo Header Antaranews Kepri

BI Targetkan Penerima Beasiswa Mampu Tulis Buku

Selasa, 29 Maret 2016 17:18 WIB
Image Print
Generasi Baru Indonesia harus mengikuti pelatihan ini secara serius agar karyanya dapat dibukukan

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menargetkan mahasiswa penerima beasiswa yang mengikuti pelatihan ketErampilan menulis mampu menulis buku tentang perekonomian di wilayah tersebut.

Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra dalam pelatihan keterampilan menulis yang diikuti Generasi Baru Indonesia, di salah satu hotel di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan sebanyak 35 peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) penerima beasiswa harus mampu menulis buku yang akan dibiayai BI melalui dana sosial.

"Generasi Baru Indonesia harus mengikuti pelatihan ini secara serius agar karyanya dapat dibukukan," ujarnya.

Gusti juga menargetkan peserta mampu menulis opini dan resensi, terutama berhubungan dengan kinerja BI, dan permasalahan moneter yang terjadi di Kepri.

Selain itu, mahasiswa itu juga dapat mempromosikan potensi yang dimiliki Kepri melalui tulisannya.

Opini itu diharapkan diterbitkan di salah satu media harian lokal.

"Saya akan sangat senang membaca opini karya penulis yang merupakan Generasi Muda Indonesia yang dibentuk BI," ujarnya lagi.

Rektor UMRAH Prof Akhlus dalam sambutannya mengatakan menulis harus dibiasakan setiap saat, agar karya yang dihasilkan bermanfaat bagi orang lain.

Menulis buku atau pun jurnal merupakan karya tertinggi dalam ilmu pengetahuan. Banyak orang merasa cerdas, tetapi tidak mampu menulis hasil karyanya. "Berarti hanya sebatas itu kemampuannya," katanya pula.

Dia mengingatkan mahasiswa harus rajin menulis. Mahasiswa harus menulis dengan hati yang senang. "Jangan dibatasi oleh rasa malas untuk menulis," kata dia.

Menurutnya, Generasi Muda Indonesia dapat menularkan optimisme kepada para dosen melalui tulisannya.

Mereka juga dapat mendorong para dosen untuk menulis hasil penelitiannya.

"Kalau mahasiswa bisa menulis opini, jurnal dan lain-lain, 'kan memalukan sekali dosen tidak bisa melebihi mahasiswanya," ujarnya lagi. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026