Logo Header Antaranews Kepri

Warga Tembeling Bintan Kesulitan dapat Kerja

Senin, 4 April 2016 05:07 WIB
Image Print
Kondisi ini sangat miris, Tembeling sebagai salah satu kampung tua yang cukup ternama di Bintan, tetapi masyarakatnya kehilangan mata pencarian

Bintan (Antara Kepri) - Warga Kelurahan Tembeling, Kabupaten Bintan, dalam beberapa tahun terakhir kesulitan mendapat pekerjaan sehingga harus ke Tanjungpinang untuk mencari nafkah.

Permasalahan itu disampaikan sejumlah warga Tembeling saat anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau Syarifah Elvyzana melakukan reses di kawasan tersebut, Sabtu.

"Kondisi ini sangat miris, Tembeling sebagai salah satu kampung tua yang cukup ternama di Bintan, tetapi masyarakatnya kehilangan mata pencarian," kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Kepada puluhan orang yang menghadiri reses di rumah salah seorang RW di Tembeling, Syarifah mengatakan Apri Sujadi-Dalmasri, yang baru dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bintan memiliki komitmen untuk menyusun dan melaksanakan program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yakni menciptakan lapangan pekerjaan. Namun warga harus meningkatkan keterampilan atau keahlian agar dapat menangkap peluang kerja di Bintan.

Warga yang memiliki pekerjaan yang layak diharapkan memperoleh pendapatan yang memadai sehingga semakin sejahtera. Ukuran kesejahteraan masyarakat antara lain memperoleh pendapatan melebihi kebutuhan keluarganya dalam setiap hari.

Bila dalam setiap bulan biaya pengeluaran satu keluarga mencapai Rp3 juta, maka sebaiknya warga tersebut memperoleh pendapatan Rp4 juta-Rp5 juta. Sisa uang dari pendapatan itu dapat ditabung, dan digunakan untuk keperluan lainnya.

"Saya akan mendorong Pemerintah Provinsi Kepri mendukung Pemkab Bintan untuk menciptakan lapangan kerja di Bintan," ucapnya.

Syarifah, yang biasa disapa Vivi itu mengatakan Tembeling yang merupakan salah satu kelurahan yang cukup luas harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Potensi yang dimiliki Tembeling harus dikelola dengan baik untuk kepentingan warga setempat.

Warga Tembeling yang dahulu dikenal cukup makmur, harus mampu mengembalikan kejayaan masa lalu. Warga harus bekerja keras membangun Tembeling menjadi kelurahan yang sejahtera.

"Program usaha kecil menengah, kreativitas atau keterampilan warga yang mampu menghasilkan produk yang dapat dijual, sebaiknya menjadi perhatian serius pemerintah untuk meningkatkan pendapatan warga," ujarnya.

Selain mengeluhkan permasalahan itu, warga juga meminta Vivi memperjuangkan Tembeling dibangun kampus, dan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat.

"Ini juga diperhatikan, tetapi yang paling penting dan harus didahulukan adalah meningkatkan kesejahteraan warga Tembeling," katanya.

Wandi, salah seorang warga Tembeling mengatakan bantuan alat pancing untuk warga tidak dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah, karena perairan Tembeling tidak memiliki ikan.

Warga sudah tidak lagi bekerja sebagai nelayan, melainkan buruh kasar.

"Sejak beberapa tahun lalu, perairan di Tembeling berwarna kuning, berlumpur, karena limbah bauksit," ujarnya.

Dia mengatakan warga kalau mau bekerja, harus ke Tanjungpinang mencari kerja. Satu per satu warga meninggalkan dalam beberapa tahun terakhir meninggalkan Tembeling, kelurahan yang berhadapan dengan Gunung Bintan tersebut.

Mereka, terutama para pemuda dan orang tua yang masih mampu bekerja, terpaksa meninggalkan tanah kelahirannya hanya untuk mendapatkan pekerjaan di kawasan lainnya maupun di Tanjungpinang.

"Ada juga sejumlah warga Tembeling yang menumpang di rumah saudaranya yang tinggal di Tanjungpinang," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026