
UNBK di Batam Sempat Terkendala Server

Bila terpaksa, kondisi terjelek, bisa ikut saat ujian susulan. Sampai saat ini belum terpantau kandisinya
Batam (Antara Kepri) - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer di Kota Batam, Kepulauan Riau, sempat terkendala server yang terputus di tengah ujian sehingga siswa tidak dapat melanjutkan menjawab soal.
"Kendala pelaksanaan UNBK, server di SMK Real Informatika, putus," kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Batam Andi Agung di Batam, Senin.
Server putus akibat jaringan telekomunikasi yang tidak bagus. Padahal pihak sekolah dan Disdik sebelumnya sudah mempersiapkan dengan baik.
Ia mengatakan pemerintah tidak bisa menambah waktu ujian yang terbuang akibat masalah teknis itu. Namun, bila siswa dan sekolah keberatan, siswa bisa mengikuti ujian kembali setelah UNBK.
"Bila terpaksa, kondisi terjelek, bisa ikut saat ujian susulan. Sampai saat ini belum terpantau kandisinya," kata Agung.
Sementara untuk pelaksanaan UNBK di sekolah lain, relatif lancar.
Untuk SMA, UNBK diikuti tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3. Sedangkan SMK dilaksanakan di SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 4, SMK Negeri D, SMK MHS dan SMK, Kartini.
"Sedangkan SMA lain, semuanya UN menggunakan kertas," kata Agung.
Ia mengatakan sampai saat ini belum menerima laporan adanya kendala pelaksanaan UN menggunakan kertas.
Terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal menilai pelaksanaan UN di sejumlah Madrasah Aliyah relatif lancar.
Rektor UIN Sultan Syarif Qasim Pekanbaru Prof Munzir Hitamiyang menemani Marwin Djamal meninjau pelaksanaan UN di MA, mengatakan pelaksanaan UN di tingkat MA di Kepulauan Riau berjalan lancar dan sesuai prosedur yang ditetapkan.
"Soal baru saja dibagikan dalam kondisi tersegel sesuai dengan ketentuan, jadi saya kira soal tidak akan bocor," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
