Logo Header Antaranews Kepri

Batam Siapkan Kawasan Sentra Nelayan

Minggu, 24 April 2016 17:49 WIB
Image Print
Kalau nelayan Batam ada bawa langsung ke Singapura, karena kami belum punya pelabuhan ikan

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, masih mempersiapkan kawasan sentra nelayan di kota itu untuk memfasilitasi segala kebutuhan pencari ikan, mulai dari penjualan hingga pengelolaan hasil tangkapan.

"Kami sedang mempersiapkan sentra nelayan, sekarang sedang dibahas," kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Suhartini, Minggu.

Pemerintah sedang membahas daerah yang tepat sebagai lokasi sentra nelayan, termasuk fasilitas yang akan dilengkapi di tempat itu.

Direncanakan, di tempat itu juga akan dibangun pelabuhan ikan, untuk menampung hasil tangkapan nelayan.

Dengan adanya sentra nelayan, maka diharapkan hasil tangkapan nelayan dapat dinikmati oleh warga kota, mengingat selama ini nelayan banyak yang langsung menjual ke Singapura.

"Kalau nelayan Batam ada bawa langsung ke Singapura, karena kami belum punya pelabuhan ikan," kata dia.

Mengenai penjualan ikan langsung ke luar negeri, menurut Suhartini, itu tidak melanggar hukum. Ia menegaskan yang dilarang itu penjualan ikan dari kapal ke kapal.

"Asal tidak 'ship to ship'," kata dia.

Sementara itu, pemerintah pusat meluluskan permintaan bantuan 54 unit kapal untuk nelayan ukuran 3 GT dan 5 GT, dari 123 kapal yang diajukan nelayan.

Suhartini mengatakan ada sebagian permintaan nelayan yang masih masuk daftar tunggu, dan diharapkan dapat segera direalisasikan.

Sebanyak 54 unit kapal itu disalurkan kepada Kelompok Usaha Bersama Nelayan di Kota Batam, bukan kepada per orang.

"Penyerahan kapal belum dilakukan, masih menunggu pemerintah pusat," kata Suhartini.

Kapal diberikan secara cuma-cuma pada kelompok nelayan untuk meningkatkan dan mempermudah kerja dalam mencari ikan bersama-sama.

Suhartini mencatat saat ini terdapat sekira 500 KUB Nelayan, dengan kinerja baik. Jumlah nelayan yang terdaftar di Dinas KP2K sendiri sebanyak 7.000 orang. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026