
Seorang Pedagang Bakso Tanjungpinang Bantah Gunakan Boraks

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemilik Bakso Jumbo Moro Tresno Tanjungpinang, Kepulauan Riau, membantah menggunakan boraks dan zat pengawet makanan, sebagaimana hasil penelitian Balai Veteriner Bukittinggi, Sumatera Barat.
"Saya tidak pernah menggunakan boraks atau pun zat berbahaya lainnya," kata Tresno, pemilik Bakso Jumbo Moro Tresno di Tanjungpinang, Senin.
Berdasarkan hasil penelitian Balai Veteriner Bukittinggi terhadap beberapa makanan yang menggunakan bahan daging pada 4 April 2016, ditemukan campuran boraks dan formalin. Penelitian itu berdasarkan permintaan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi Tanjungpinang.
Salah satu bakso yang diambil sampelnya, yakni Bakso Jumbo Moro Tresno.
Empat rumah makan lainnya adalah Rumah Makan Batagor Ihsan, Batam Merah, Bakso Gunung dan Bakso Sederhana.
"Saya terkejut dengan hasil laboratorium itu," katanya.
Selain menggunakan laboraturium di Bukittinggi untuk menguji kandungan dalam bakso tersebut, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi Tanjungpinang juga menggunakan laboraturium Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kepri di Bintan.
Dinas tersebut mengambil 20 sampel dari pedagang bakso di Tanjungpinang. Dari 20 pedagang itu, terdapat tiga pedagang bakso yang menggunakan boraks sebagai bahan pengawet.
Hasil dari laboraturium Bintan berbeda dengan di Bukittinggi. Bakso Jumbo Moro Tresno tidak menggunakan formalin, termasuk Bata Merah dan Ihsan.
"Terbukti, bakso kami tidak menggunakan boraks maupun formalin," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
