
Densus Temukan Senjata Mirip AK-101 di Batam

Asal usulnya masih ditelusuri. Selain itu juga diamankan dua buah buku mengenai jihad, sejumlah buku tabungan, kartu ATM
Batam (Antara Kepri) - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menyita sebuah senjata laras panjang airsoft gun menyerupai jenis AK dari lokasi penggerebekan kediaman terduga teroris LH kelompok Khatibah Rahmad Dewa (Khatibah Gongong Rebus) di Batuaji Batam, Sabtu (3/9).
"Ada sejumlah barang bukti termasuk senjata laras panjang airsoftgun menyerupai AK-101 yang diduga digunakan untuk latihan menembak," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian di Batam, Senin.
Sam mengatakan, saat ini pihak Densus 88 Anti Teror Mabes Polri masih melakukan penelusuran asal-usul senjata yang ditemukan tersebut.
"Asal usulnya masih ditelusuri. Selain itu juga diamankan dua buah buku mengenai jihad, sejumlah buku tabungan, kartu ATM," kata dia.
Kapolda mengatakan LH yang digerebek pada Warnet Maxxis, Perumahan Fanindo, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau tersebut akan dibawa ke Mabes Polri.
"Iya, nanti dibwa ke Jakarta untuk diperiksa bersama enam orang jaringan lain yang terlebih dahulu diamankan dari Batam," kata Sam.
Dalam jaringan KGR pimpinan Gigih Rahmat Dewa, LH diduga terlibat membantu menyembunyikan buronan teroris asal Uighur, Tiongkok, yang bernama Dony, membantu memfasilitasi keberangkatan WNI ke Suriah, memfasilitasi masuknya dua WNA Uighur ke Batam, turut menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk membiayai kebutuhan hidup WNA Uighur.
Selain itu, LH juga diduga ikut merencanakan penyerangan terhadap Marina Bay, Singapura. Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polda Kepri menangkap enam orang terduga teroris di Batam, Jumat (5/8).
Keenam orang yang ditangkap di beberapa lokasi berlainan itu yakni Gigih Rahmat Dewa (31), Tar (21) dan ES (35) ditangkap di kawasan Batam Center, TS (46) ditangkap di Nagoya, HGY (20) dan MTS (19) ditangkap di Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji, Batam.
Kemudian MTS dibebaskan karena tidak terbukti terkait dengan jaringan ini.
Gigih Rahmat diketahui merupakan pimpinan kelompok ini.
Kelompok Batam ini memiliki hubungan dengan pelaku bom bunuh diri di Polresta Surakarta, Nur Rohman dan petempur ISIS, Bahrun Naim. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
