
Impor Kepri Turun 10,58 Persen

Penurunan impor disebabkan impor komoditas migas turun sebesar 20,26 persen dan nonmigas sebesar 8,47 persen
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat impor Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2016 mencapai 615,29 juta, turun 10,58 persen dibanding kondisi sebulan sebelumnya.
Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan selama Agustus 2016 impor migas sebesar 98,03 juta dolar Amerika dan impor nonmigas sebesar 517,26 juta dolar Agustus.
"Penurunan impor disebabkan impor komoditas migas turun sebesar 20,26 persen dan nonmigas sebesar 8,47 persen," katanya.
Dia menambahkan, dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Kepri turun sebesar 20,25 persen yaitu dari 771,49 juta dolar Amerika menjadi 615,29 juta dolar Amerika.
Kondisi itu terjadi lantaran impor komoditas nonmigas turun sebesar 23,48 persen dan migas naik sebesar 2,60 persen.
"Total impor kumulatif Januari-Agustus 2016 Kepri adalah sebesar 5.162,82 juta dolar Amerika. Jika dibanding dengan total impor kumulatif Januari-Agustus 2015 turun sebesar 10,97 persen," katanya.
Siregar mengemukakan nilai impor Kepri pada Agustus 2016 terbesar berasal dari Singapura sebesar 188,14 juta dolar Amerika. Impor dari negara Singapura pada Agustus 2016 turun sebesar 35,86 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya.
Negara-negara pemasok barang impor ke Kepri yang mempunyai peran cukup besar adalah Malaysia sebesar 71,73 juta dolar Amerika, Tiongkok 69,75 juta dolar Amerika, Jepang 68,64 juta dolar Amerika, Amerika Serikat sebesar 34,95 juta dolar Amerika, Uni Emirat Arab sebesar 30,86 dolar Amerika, dan Italia sebesar 21,88 juta dolar Amerika.
Selain itu, Kepri juga mengimpor produk dari Korea Selatan sebesar 20,32 juta dolar Kepri, Jerman 16,38 juta dolar Amerika, dan Perancis sebesar14,35 juta dolar Amerika.
"Impor dari Singapura pada Januari-Agustus 2016 mengalami turun dibanding keadaan Januari-Agustus 2015 sebesar 17,99 persen. Begitu juga dengan impor kumulatif dari negara lainnya seperti Jepang, Malaysia, Amerika Serikat, Jerman, uni Emirat Arab, Italia, dan Jerman juga mengalami penurunan," katanya.
Dia menjelaskan impor terbesar menurut pelabuhan utama di Kepri melalui Pelabuhan Batu Ampar sebesar 280,15 juta dolar Amerika, disusul Pelabuhan Sekupang 158,18 juta dolar Amerika, Pelabuhan Tanjung Uban 62,26 juta dolar Amerika, Pelabuhan Tanjungbalai Karimun 40,20 juta dolar Amerika dan Bandara Hang Nadim 36,08 juta dolar Amerika.
"Total impor Januari-Agustus 2016 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar sebesar 2.414,43 juta dolar Amerika, terbesar kedua adalah Pelabuhan Sekupang 1.226,66 juta dolar Amerika, Pelabuhan Tanjung Uban 511,46 dolar Amerika, Pelabuhan Tanjungbalai Karimun 338,39 juta dolar Amerika, dan Bandara Hang Nadim 282,44 juta dolar Amerika," ujarnya.
Sedangkan dari pelabuhan lainnya, kata dia total impor sebesar 389,43 juta dolar Amerika.
Jika dibanding dengan total impor Januari-Agustus 2015 nilai impor di Pelabuhan Sekupang turun sebesar 26,49 persen,
Pelabuhan Tanjung Uban turun 26,35 persen, dan Pelabuhan Batu Ampar turun sebesar 3,87 persen.
Sedangkan nilai impor di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun selama Januari-Agustus 2016 naik sebesar 14,98 persen dan Bandara Hang Nadim naik 72,73 persen dibanding Januari-Agustus 2015. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
