Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Karimun Berharap Pengurangan Pekerja Saipem Bertahap

Selasa, 25 Oktober 2016 16:32 WIB
Image Print
Saipem memang sedang mengurangi karyawan karena kontrak atau proyek yang dikerjakan sudah selesai. Kita berharap pengurangan itu tidak sekaligus tapi bertahap

Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq berharap pengurangan jumlah pekerja PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) dilakukan secara bertahap sehingga dapat memperkecil dampak negatif yang mungkin timbul.

"Saipem memang sedang mengurangi karyawan karena kontrak atau proyek yang dikerjakan sudah selesai. Kita berharap pengurangan itu tidak sekaligus tapi bertahap," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Dia berharap, pengurangan tenaga kerja dilakukan manajemen Saipem dengan terlebih dahulu memutus kontrak karyawan yang masanya telah habis, baik yang direkrut langsung oleh perusahaan maupun melalui perusahaan-perusahaan subkontraktor.

Pengurangan karyawan merupakan sebuah konsekuensi, khususnya bagi karyawan berstatus kontrak, dikarenakan kegiatannya berdasarkan kontrak kerja atau proyek yang dimenangi perusahaan asal Italia tersebut.

"Saya sudah meminta Dinas Tenaga Kerja untuk menyurati Saipem agar pengurangan karyawan dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Aunur Rafiq mengatakan, PT Saipem merupakan perusahaan terbesar dan pertama menanamkan modalnya di Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Karimun, persisnya beroperasi di Tanjungpengaru, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat.

Kehadiran perusahaan tersebut, menurut dia, berdampak positif bagi sektor ketenagakerjaan dengan banyaknya tenaga kerja lokal maupun daerah lain yang bekerja di perusahaan bidang fabrikasi anjungan minyak lepas pantai tersebut.

Tahun depan, perusahaan tersebut dia harapkan kembali mendapat tender proyek sehingga dapat kembali merekrut tenaga kerja sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan.

"Pemerintah daerah memantau perekrutan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan besar, termasuk Saipem yang menurut laporan yang saya terima cukup memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal untuk bekerja," kata dia.

Untuk memperluas kesempatan bekerja bagi tenaga kerja lokal di perusahaan sekelas Saipem, bupati mengatakan bahwa pemerintah daerah telah dan akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan skil dan sertifikasi tenaga kerja lokal.

"Perekrutan tenaga kerja, termasuk juga pelatihan dan sertifikasi, melibatkan asosiasi pekerja seperti Asobar dan lainnya," kata Bupati Aunur Rafiq. (Antara)

Editor: A Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026