
PLB Batam Pastikan Tarif Belum Naik

Sampai detik ini, kami belum terima surat resmi tentang disetujuinya usulan kami. Kami hanya sekedar mengusulkan tapi jawabannya belum ada sama sekali
Batam (Antara Kepri) - PT Pelayanan Listrik Nasional (Bright PLN) Batam memastikan tarif listrik belum naik hingga kini, menjawab pertanyaan masyarakat dan perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa di Batam, Kepulauan Riau, Senin.
"Tarif belum naik. Bagaimana mau jawab pertanyaan soal tarif naik, karena tarif belum naik," kata Sekretaris Perusahaan Bright PLN Batam Samsul Bahri.
Ia mengatakan anak perusahaan PLN Persero itu belum menerima surat keputusan dari pemerintah dan DPRD Provinsi Kepri mengenai persetujuan kenaikan tarif listrik.
Bright PLN Batam memang mengajukan usulan kenaikan tarif listrik kepada pemerintah dan DPRD Provinsi Kepri, sejak beberapa waktu lalu. Dan hingga kini, masih dalam pembahasan di pemerintah dan DPRD.
"Sampai detik ini, kami belum terima surat resmi tentang disetujuinya usulan kami. Kami hanya sekedar mengusulkan tapi jawabannya belum ada sama sekali," kata dia.
Ia mengatakan Bright PLN Batam terpaksa mengajukan kenaikan tarif listrik untuk menutupi biaya operasional dan untuk pengembangan usaha.
Usulan kenaikan tarif listrik berbeda untuk tiap golongan rumah tangga. Sedangkan untuk golongan industri, tidak diusulkan naik, karena sudah pernah naik beberapa tahun yang lalu.
"Yang diajukan bukan semua, tapi yang memang yang tarifnya rendah," kata dia.
Menurut dia, tarif golongan rumah tangga terlalu murah, relatif jauh lebih rendah dari beban operasional yang harus dibayarkan perusahaan.
Selama ini, Bright PLN Batam menerapkan subsidi silang, dari keuntungan penjualan listrik untuk golongan industri kepada tarif rumah tangga.
Namun, seiring dengan melemahnya kondisi investasi, pemakaian listrik industri berkurang, sehingga keuntungan dari golongan industri tidak lagi mencukupi kekurangan tarif golongan rumah tangga.
"Tarif rumah yang memang sudah terlalu jauh, antara biaya pokok dengan biaya penjualan," kata dia.
Sebagai perusahaan swasta, Bright PLN Batam tidak pernah menerima subsidi dari pemerintah seperti listrik di daerah lain.
"Kami harus mandiri," kata dia.
Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Kepri Surya Makmur mengatakan pembahasan kenaikan tarif listrik Batam belum selesai.
DPRD mengusulkan agar kenaikan tarif listrik dilakukan dalam dua tahap, agar tidak memberatkan masyarakat. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
