Logo Header Antaranews Kepri

Harga Ikan di Tanjungpinang Tidak Stabil

Selasa, 11 April 2017 19:38 WIB
Image Print
Salah seorang pedagang ikan menjual ikan tongkol di Pasar Ikan Kota Lama Tanjungpinang (Aji Anugraha)
Harga tidak dapat ditentukan dari pedagang melainkan dikarenakan faktor cuaca. Kalau cuaca bagus, ikan banyak, harga ikan murah

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Harga jual ikan di Pasar Ikan Kota Lama Tanjungpinang, Kepulauan Riau tidak stabil, karena dipengaruhi cuaca, kata salah seorang pedagang ikan, Ayong.
"Harga tidak dapat ditentukan dari pedagang melainkan dikarenakan faktor cuaca. Kalau cuaca bagus, ikan banyak, harga ikan murah," tambahnya di Pasar Ikan Kota Lama Tanjungpinang, Selasa.
Ia menjelaskan ikan yang dijual di pasar dari hasil tangkapan nelayan pada sejumlah pulau di Kepri. Kalau angin kencang, terutama pada musim angin utara, harga ikan melambung karena langka.
Kebijakan pemerintah pusat yang melarang nelayan menggunakan pukat harimau juga mempengaruhi jumlah ikan yang ditangkap nelayan.
"Dulu, kalau ada kapal pukat harimau, ikan banyak, yang kerja banyak, yang beli juga banyak, ekonomi berputar. Sekarang susah, tak ada lagi kapal pukat harimau," ucapnya.
Sejumlah pedagang juga mengeluhkan hal itu. Harga ikan yang dijual pedagang saat ini naik karena perubahan cuaca. Harga ikan tongkol naik dari Rp25.000 per kg menjadi Rp28.000 per kg. Sementara harga ikan dan hasil tangkapan laut lainnya tidak mengalami kenaikan.
Kepala Bidang Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang Anik Murtiani, mengatakan kenaikan harga jual ikan tergantung dari pedagang.
"Kami tak bisa mengintervensi pedagang dalam menaikan dan menurunkan harga di pasar," katanya.
Dia menambahkan Tanjungpinang bukan daerah penghasil ikan. Di Pasar Kota Lama, ikan didatangkan dari Pulau Pangkil, Bintan dan Pulau Tujuh.
"Seperti saat bulan terang ikan sulit didapatkan, tergantung cuaca," katanya.
Selain itu pada musim kenaikan harga ikan dikarenakan bulan terang dan bisa juga dikarenakan biaya operasional yang mengalami kenaikan, sehingga mempengaruhi harga jual ikan.
"Seperti harga bahan bakar minyak yang dibutuhkan untuk angkutan laut, jika mengalami kenaikan harga maka harga jual ikan akan naik," ujarnya.
Disperindag Kota Tanjungpinang mencatat, selisih kenaikan harga ikan berkisar Rp1.000 sampai dengan Rp2.000, Ikan juga tidak mengalami kenaikan secara terus menerus, akan tetapi juga mengalami penurunan.
Disperindag Kota Tanjungpinang turun ke Pasar tiga hari dalam seminggu, yakni pada hari Senin, Rabu dan Jumat.
"Terkadang kami juga turun di hari Minggu, karena faktor harga ikan juga tergantung pada cuaca," ujarnya.(Antara)

Editor: Niko



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026