Logo Header Antaranews Kepri

Dua Awak Kapal Surya Mentari Belum Ditemukan

Selasa, 30 Mei 2017 23:30 WIB
Image Print
Pencarian korban dan bangkai kapal terkendala cuaca buruk, sejak tadi pagi hujan deras, disertai gelombang tinggi, arus kuat dan angin kencang

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Nakhoda dan juru masak Kapal Surya Mentari II, Mangandro dan Firmansyah, yang diduga tenggelam bersama kapalnya di Perairan Dabo Lingga, kepulauan Riau, beberapa hari lalu belum berhasil ditemukan.

"Pencarian korban dan bangkai kapal terkendala cuaca buruk, sejak tadi pagi hujan deras, disertai gelombang tinggi, arus kuat dan angin kencang," kata Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut, Mayor Laut (KH) Josdy Damopolii, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa.

Bahkan, karena cuaca buruk, Lanal juga kesulitan berkomunikasi dengan petugas yang melakukan pencarian bangkai Kapal Surya Mentari II dan dua awak kapalnya.

Tim gabungan sudah melakukan penyisiran di Pulau Sayak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau sejak Minggu (28/5).

Josdy mengatakan tim pencari korban berpencar untuk mencari para korban yang diperkirakan hanyut dibawa arus.

"Sudah dilakukan pembagian tugas pada masing-masing sektor," ujarnya.

Kapal Layar Motor Surya Mentari II diduga tenggelam di perairan Pulau Sayak, Dabo Singkep beberapa hari lalu setelah ditemukan ribuan minuman kaleng mengapung di pulau itu.

Tim Gabungan berhasil menyelamatkan enam korban, yaitu Tjahyo, Aria, Suhendi Priyatno, Bagus Tri Saputra, Wahid Mutako, dan Darwis. Saat ini kelimanya diamankan di Pos Polair Sungsang, Sumatra Selatan.

Kapal Surya Mentari II bertonase 111 GT merupakan jenis kapal kargo, berbendera Indonesia membawa muatan 25.000 kotak minuman ringan (minuman kaleng). Kapal itu bertolak dari Pelabuhan Karimun pada Rabu (24/5) pukul 23.00 WIB dengan tujuan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Setelah sehari berlayar, KLM Surya Mentari II sempat diperiksa oleh petugas di KRI Halasan-630 di perairan Dabo Singkep. Kapal itu memiliki dokumen yang lengkap sehingga diperbolehkan berlayar.

Seharusnya, sesuai dengan waktu pelayaran, kapal sudah tiba di Pelabuhan Pangkal Balam sejak dua hari yang lalu.

Namun, hingga kini kapal belum tiba sampai tujuan.

Pemilik kapal, Ahau yang tidak bisa komunikasi dengan nahkoda kapal akhirnya melaporkan permasalahan itu kepada Lanal Batam. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026