
Korban Kebakaran di Karimun Butuh Selimut
Senin, 6 November 2017 22:32 WIB

Yang kami butuhkan selimut Pak, di sini dingin sekali, apalagi sering hujan
Karimun (Antara Kepri) - Lebih dari seratus korban kebakaran di Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, membutuhkan selimut di tempat penampungan.
"Yang kami butuhkan selimut Pak, di sini dingin sekali, apalagi sering hujan," kata Diah, salah seorang korban kebakaran di RT 01/RW 02 Kelurahan Sei Lakam Barat di tempat penampungan, Senin.
Diah mengatakan, bersama korban lainnya terpaksa menginap di tempat penampungan sementara, dan sebagian menginap di masjid di tengah kondisi angin malam yang dingin disebabkan Karimun sedang musim hujan.
"Yang ada saudara, ya, nginap di rumah saudaranya. Sedangkan saya tidak punya keluarga," kata Diah.
Dia juga mengaku belum memiliki tempat tinggal yang baru setelah rumah kontrakan yang ditempatinya hangus terbakar bersama 30 rumah yang lain pada Minggu (5/11) dini hari.
"Belum tahu, untuk sementara saya fokus kesehatan anak-anak saya dulu dan sekolahnya," katanya.
Di tempat yang sama Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan berupa pangan dan pakaian kepada korban kebakaran.
Pemerintah daerah juga menyediakan tenda darurat penampungan dan dapur umum untuk sementara waktu.
"Kita akan fikirkan bagaimana tempat tinggal mereka kedepannya, namun untuk sementara kita akan pindahkan para korban ke rumah singgah Kabupaten Karimun yang berada di Tanjung Batu," katanya.
Pada kesempatan yang sama dia juga mengapresiasi sekali atas partisipasi dukungan moral Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online Kabupaten Karimun, karena dengan pemberitaan wartawan yang tergabung dalam IWO Karimun, pemerintah daerah menjadi sangat terbantu.
"Karena banyak yang langsung menyalurkan sumbangan, baik secara pribadi maupun secara kelompok. Terima kasih IWO Karimun," katanya.
Sementara itu, IWO Karimun turut memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang disampaikan melalui ketua RT setempat.
"Selain membantu dalam bentuk pemberitaan. Kami juga menghimpun bantuan yang merupakan aksi spontan yang tercetus dari kawan-kawan. Memang nilainya tidak seberapa, tapi setidaknya sedikit meringankan warga selama di penampungan," kata Ketua IWO Karimun Rusdianto.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan sedikitnya 31 rumah di kawasan padat penduduk tersebut. Dan sebagian besar penghuninya tidak dapat menyelamatkan harta maupun pakaiannya.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, namun dugaan sementara akibat arus pendek listrik di salah satu rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Nursali
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
