
Kepala Dinas: Belum Ada Eksploitasi Pasir Laut
Selasa, 14 November 2017 13:07 WIB

Jadi, tidak serta merta langsung beroperasi, harus ada pembahasan Amdalnya
Karimun (Antara Kepri) - Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Muhammad Yosli mengatakan, belum ada perusahaan pertambangan yang melakukan eksploitasi pasir laut di perairan setempat.
"Belum ada. Laporannya pasti disampaikan kepada kami meski izin penambangan pasir laut merupakan kewenangan pemerintah provinsi," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Muhammad Yosli mengatakan, sejak dirinya menjabat Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM, belum satupun rekomendasi yang dikeluarkan untuk perusahaan yang ingin mengeksploitasi pasir laut.
Sesuai aturan, kata dia, pemerintah kabupaten akan mengeluarkan rekomendasi berdasarkan surat dari provinsi jika ada perusahaan yang mengajukan izin penambangan pasir laut.
Mengenai sembilan perusahaan yang telah mendapatkan rekomendasi, dia mengatakan rekomendasi tersebut diberikan oleh tim khusus yang dibentuk sebelum dirinya menduduki jabatan Kadisdagkop UKM dan ESDM Karimun.
"Meski sembilan perusahaan tersebut telah mendapat rekomendasi, namun ke sembilan perusahaan itu juga belum beroperasi. Kalau beroperasi, pasti ada laporannya kepada kami," ujarnya.
Menurut dia, untuk melakukan kegiatan eksploitasi, pengurusan perizinannya harus melakukan beberapa tahapan, salah satunya penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang harus melibatkan masyarakat yang terkena dampak serta pihak-pihak terkait lain.
"Jadi, tidak serta merta langsung beroperasi, harus ada pembahasan Amdalnya," kata dia.
Diberitakan, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyebutkan ada sembilan perusahaan yang mengajukan izin penambangan pasir laut kepada pemerintah provinsi, dan telah dikeluarkan rekomendasinya.
Ke sembilan perusahaan tersebut antara lain PT Kim Jaya Utama, PT Mitra Tama Daya Alam Bintan, PT Bukit Lintang Karimun, Sarana Trans Sejahtera, Indo Spora Bumi Persada, Combol Bahari Perkasa, Yuliana Jaya, Merak Karimun Lestari, dan Batam Surya Kencana.
Aunur Rafiq mengatakan, rekomendasi yang diberikan belum untuk eksploitasi, tapi baru sebatas eksplorasi dengan titik koordinat yang direkomendasikan sebagian berada di perairan Pulau Karimun, sebagian lagi di Moro.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
