Danlanal: Nelayan adalah Mata Telinga di Laut

id Danlanal,Nelayan,karimun,Mata,Telinga,Laut

Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin didampingi Danlanal Letkol Laut (P) Totok Irianto memakaikan jaket keselamatan kepada salah seorang nelayan dalam acara silaturahmi di Makolanal Karimun, Rabu (15/11). (antarakepri.com/Nursali)

Konflik nelayan harus kita minimalisir, para nelayan harus tahu kemana mereka melapor jika menemukan permasalahan di laut
Karimun (Antara Kepri) - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Letkol Laut (P) Totok Irianto mengibaratkan nelayan sebagai mata dan telinga aparatur negara dalam mengawasi situasi di laut.

Oleh sebab itu, bila nelayan melihat pelanggaran hukum di laut, hendaknya melaporkan kepada aparat agar pelaku kejadian itu ditindak dan diproses secara hukum, kata dia dalam pertemuan bertajuk Sosialisasi Meningkatkan Kepedulian Keselamatan Pelayaran Serta Menjaga Hubungan Harmonis Antar Nelayan Kabupaten Karimun, di Makolanal Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Pelanggaran hukum di laut, menurut Totok Irianto, bisa seperti pembuangan limbah hingga mencemari lautan, transaksi narkoba, senjata dan lain sebagainya.

Nelayan sebagai mata dan telinga di laut diharapkan dapat segera melaporkan adanya tindak kejahatan kepada pihak terkait untuk selanjutnya mengambil tindakan tepat untuk penanganan laporan nelayan tersebut nantinya.

Namun, Totok juga mengingatkan kepada kalangan agar tetap mengutamakan keselamatan, bahkan dalam pelayaran, faktor keselamatan dan kewaspadaan menjadi hal yang mutlak untuk diperhatikan.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat melaut," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ruffindy Alamsjah mengimbau kepada seluruh nelayan agar tidak membawa serta anggota keluarga saat berlayar.

Baru-baru ini, katanya,  seorang anak meninggal pada saat menemani orang tuanya melaut.

Mengenai perselisihan yang masih sering terjadi akibat memperebutkan wilayah tangkap ikan, ia mengemukakan, para nelayan  harus mengetahui siapa yang harus dihubungi pada saat terjadi permasalahan yang berhubungan dengan hukum.

"Konflik nelayan harus kita minimalisir, para nelayan harus tahu kemana mereka melapor jika menemukan permasalahan di laut," katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut dibagikan sebanyak 50 jaket keselamatan kepada nelayan Karimun. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar