
INSA nilai Batam potensial jadi poros maritim
Kamis, 18 Januari 2018 06:43 WIB

INSA Batam lanjut Osman akan terus mendorong pemerintah membuat terobosan untuk memperbaiki sistem pelayanan
Batam (Antaranews Kepri) - Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dinilai memiliki potensi besar sebagai poros maritim karena wilayahnya 96 persen dikelilingi laut dan didukung sejumlah infrastruktur yang sangat mendukung kegiatan kelautan.
Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) DPC Kota Batam Osman Hasyim, di Batam, Rabu, mengatakan hal tersebut terhalang karena belum ada koordinasi yang dibangun dengan baik sehingga potensi tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal.
"Karena itu kerjasama pemangku kepentingan di Batam perlu terus ditingkatkan, kami berharap semangat dan komitmen bersama untuk maju harus terus dibangun," katanya.
Jika hal tersebut terwujud kata Osman akan membuka peluang kerja dan dapat mensejahterakan masyarakat. Osman menyatakan tanpa ada kerjasama pemerintah dengan pemangku kepentingan lainnya, akan sulit menjadikan Batam sebagai daerah industri yang kompetitif.
INSA Batam lanjut Osman akan terus mendorong pemerintah membuat terobosan untuk memperbaiki sistem pelayanan yang baik agar pelaku usaha bisa menjalankan usahanya dengan baik.
"Kami sangat optimistis Batam masih memiliki peluang untuk bangkit menjadi daerah industri maritim yang handal dan itu harus didukung bersama," ujarnya.
Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam Dwianto Eko Winaryo mengatakan menyambut baik adanya diskusi bersama pelaku usaha dengan semua elemen pelayanan publik pemerintah.
Bagi BP Batam kata Dwianto kegiatan tersebut dapat menampung masukan-masukan dari masyarakat dan bisa menjadi dasar untuk mengambil setiap kebijakan. BP Batam lanjutnya selalu komitmen dan akan terus meningkatkan pelayanan.
"Dengan diskusi kita bisa melihat apa yang harus kita lakukan untuk perbaikan ke depan bagi Batam," katanya.
Saat ini kata Deputi III BP Batam telah menyusun berbagai konsep untuk dapat meningkatkan investasi.
Diantaranya dengan memaksimalkan setiap peluang dan pihaknya akan melakukan pembenahan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan Batuampar serta Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Di deputi III katanya ada empat aset penting yang akan dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan usaha di Batam, yakni pelabuhan, bandara, rumah sakit dan lahan.
"Intinya kami BP Batam membuka diri menerima masukan untuk membangun Batam menjadi lebih baik," jelasnya.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Messa Haris
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
