
Pemprov bantu obat-obatan RSUD Batam

Alhamdulillah bisa membantu masyarakat. Terima kasih pada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Pak Tjetjep yang bergerak cepat mencari ruang, tidak buntu dengan aturan
Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan bantuan 26 koli obat-obatan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah, Batam, yang kehabisan stok.
"Alhamdulillah bisa membantu masyarakat. Terima kasih pada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Pak Tjetjep yang bergerak cepat mencari ruang, tidak buntu dengan aturan," kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Batam, Rabu.
Bantuan obat yang diberikan yaitu Paracetamol tablet 500 mg sebanyak 5 koli, Simvastatin 10 mg sebanyak 4 koli, Amlodipin 5 mg sebanyak 1 koli dan Ambroxol syp sebanyak 6 koli.
Lalu Ibu Profen tablet 200 mg sebanyak 1 koli, Ibu Profen tablet 400 mg 2 koli, metformin 500 mg 4 koli dan obat-obatan campuran lainnya sebanyak 2 koli.
Ia mengingatkan, masalah kesehatan menjadi tanggung jawab bersama. Meski RSUD Embung Fatimah dikelola Pemkot Batam, namun pemprov juga tetap membantu.
"Obat ini bukan sekadar bantuan, karena urusan kesehatan menjadi tanggung jawab kita bersama. Seluruh RSUD kabupaten kota koordinatornya provinsi, seperti dari abang untuk adik," kata Gubernur.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan petugas untuk iklas bekerja dalam urusan kesehatan dan sosial.
Petugas diharap tidak menjadi buntu dengan aturan-aturan dalam membantu masyarakat.
"Sebenarnya untuk rakyat jangan terlalu takut, bukan menjadi dan salah bagi pemerintah. Bekerja di bidang kesehatan ahrus iklas," kata dia.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Batam, Jefriden mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kepri yang bergerak cepat mencari solusi obat di RSUD.
Ia berharap obat-obatan itu dapat digunakan sebaik-baiknya bagi masyarakat yang sakit.
"Mudah-mudahan obat ini bisa dimanfaatkan masyarakat," kata dia.
Direktur RSUD Batam, Ani Dewiana menyatakan bantuan obat dari Pemprov Kepri akan digunakan untuk pasien-pasien yang membutuhkan.
Ia menyatakan pasokan obat berikutnya akan tiba pada Februari 2018, dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seluruhnya.
"Nanti akan ada lagi bantuan dari Pemprov. Yang sekarang ini baru yang ada saja, nanti Pemprov akan melakukan pengadaan lagi dan diberikan ke kita," kata dia.
Pewarta : YJ Naim
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
