Batam berharap beras impor

id Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam,Zarefriadi,beras impor

Kadisperindag Kota Batam Zarefriadi (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Batam (Antaranews Kepri) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi berharap Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan beras impor dikarenakan harga komoditas tersebut di kota industri itu masih sangat tinggi.

"Kita berharap adalah yang dikirim ke sini (Kota Batam)," kata Zarefriadi, di Batam, Kamis.

Menurutnya hingga saat ini pihaknya bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Batam masih melakukan operasi pasar guna menekan harga beras di pasar. Padahal kata Zarefriadi operasi pasar seharusnya sudah berakhir pada akhir Januari kemarin. Namun dikarenakan harga beras yang kian melonjak dinasnya dan Bulog memutuskan untuk memperpanjang jadwal operasi pasar hingga Maret mendatang.

Zarefriadi menambahkan kebutuhan beras di Kota Batam mencapai 10 ribu ton per bulan. Menurut Zarefriadi sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi berapa jumlah beras impor yang akan diberikan ke Kota Batam.

Dia juga memprediksi pada perayaan hari raya imlek i tidak ada peningkatan konsumsi beras.

Dikarenakan langkanya beras medium Bulog Sub Divre Kota Batam beberapa waktu lalu memasok beras medium kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional, antara lain di Pasar Jodoh Kecamatan Lubuk Baja, Aviari Kecamatan Batuaji dan Sagulung Kecamatan Sagulung.

Tiga wilayah tersebut dinilai paling banyak membutuhkan pasokan beras karena jumlah penduduknya lebih besar dibandingkan kecamatan lainnya.

Bulog terus berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) Pangan guna mengontrol harga beras khususnya di Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

Bulog juga sudah melakukan operasi pasar cadangan beras pemerintah (OPCBP) sebanyak 144.500 kilogram.

Pada Januari lalu Bolug sudah melakukan operasi pasar dengan jumlah 47.500 ton beras di Batam. (Antara) 

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar