Survey GRC: Syahrul bayangi Lis dalam pilkada

id Pilkada Tanjungpinang,calon wali kota tanjungpinang,lis darmansyah,syahrul

Ilustrasi: Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria meluncurkan pesta demokrasi Pilkada 2018 beberapa waktu lalu. (Antaranews Kepri/Niko Panama)

Melihat hasil survei ini tentu Lis-Maya adalah pasangan calon di atas angin, disusul dengan Syahrul
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Gurindam Research Centre (GRC) menyatakan berdasarkan hasil survei Desember 2017, popularitas dan elektabilitas bakal calon Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dibayang-bayangi oleh Syahrul, rival politiknya.

Direktur GRC, Raja Dachroni, di Tanjungpinang, Sabtu, mengatakan, popularitas dan elektabilitas Lis Darmansyah berada di posisi teratas disusul Syahrul dan Maya Suryanti.

"Popularitas dan daya pikat tertinggi diraih oleh Lis Darmansyah dengan persentasi 99,8 persen dan 66,3 persen. Posisi kedua, Syahrul dengan popularitas 84,3 persen dan daya pikat sebesar 60,0 persen, sedangkan posisi ketiga diraih oleh Maya Suryanti dengan popularitas 78 persen dan daya pikat 46,3 persen," ujarnya.?

Baca juga: PKS usung Syahrul-Rahma

Ia menjelaskan, survei popularitas dan elektabilitas tokoh yang dilakukan GRC pada Desember 2017 bekerja sama dengan Lingkaran Kajian Politik dan Otonomi Daerah (LKPOD).

Baca juga: Lis-Syahrul bukan lagi pemimpin Tanjungpinang

Untuk tingkat elektabilitas terbagi dua, pertama elektabilitas tertutup?tertinggi diraih omLis Darmansyah sebesar 44 persen, disusul oleh Syahrul sebesar 28,8 persen dan Maya Suryanti 12,3 persen. Dan pemilih yang belum menentukan pilihan hanya 2 persen.

Sementara untuk elektabilitas terbuka dengan pertanyaan yang tidak ditentukan pilihan jawabannya atau responden menjawab berdasarkan lintasan pikirannya, Lis Darmansyah 32,8 persen, Syahrul 17,3 persen, Maya Suryanti 8,3 persen dengan masa mengambang 31, 8 persen.?

"Dilihat dari hasil survei di atas memang saat itu Lis Darmansyah relatif kuat atau?di atas angin, namun posisinya belum aman mengingat secara figuritas Lis Darmansyah tingkat elektabilitasnya tidak lebih dari 50 persen. Padahal Lis petahana dan wali kota sebelumnya idealnya bisa di atas 50 persen. Kendati demikian, dia cukup beruntung karena elektabilitas Maya cukup berpengaruh dan duet yang serasi dari sisi elektoral," ujarnya.


Dachroni mengemukakan, dari survei itu juga ditemukan 31, 8 persen suara massa mengambang, dan 9,8 persen elektabilitas dari tokoh lain yang sempat bermunculan yang saat ini bisa dipujuk suaranya.?

"Melihat hasil survei ini tentu Lis-Maya adalah pasangan calon di atas angin, disusul dengan Syahrul. Sebenarnya Syahrul dan pasangannya bisa berpeluang untuk menyaingi bahkan mengungguli Lis Darmansyah-Maya apabila massif dan menawarkan program ekonomi kerakyatan dan ide-ide kreatif pembangunan untuk masyarakat Tanjungpinang," tuturnya.

Jumlah responden dalam survei tersebut?sebanyak 400 orang, terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Pengambilan sampel menggunakan metode "multistage random sampling" dengan toleransi kesalahan sekitar 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Setiap responden terpilih dilakukan wawancara dengan metode tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Dilakukan pengawasan secara optimal melalui verifikasi faktual sebanyak 20 persen dari total sampel secara random, dengan cara mendatangi kembali responden terpilih atau mengkonfirmasi ulang responden terpilih.

"Dalam verifikasi tidak ditemukan kesalahan," katanya.

Selain popularitas dan elektabilitas, kata dia, survei juga memetakan pengetahuan masyarakat tentang Pilkada Tanjungpinang 2018.

"Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap waktu pelaksanaan Pilkada Kota?Tanjungpinang masih cukup rendah, hanya 64 persen. Ini tidak sesuai dengan target yang ditetapkan KPU yakni 70 persen ke atas. KPU perlu kerja keras berkaitan dengan hal ini," ucapnya.

?Terkait tidak munculnya nama Rahma, yang sekarang menjadi pendamping Syahrul, ia menjelaskan nama Rahma memang tidak muncul pada Desember 2017 karena di luar prediksi akan maju mendampingi Syahrul.

"Tentu namanya akan diperhitungkan setelah penetapan pasangan calon oleh KPU nanti," katanya.

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar