PSI Karimun minta polisi usut ujaran kebencian

id PSI Karimun,ujaran kebencian di media sosial

Ketua DPD PSI Karimun Sudianto (2 kanan) didampingi dalam konferensi pers Minggu (18/3). (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Kami melapor agar tidak ada lagi ujaran-ujaran kebencian di medsos di Karimun. Ini kami harapkan menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi ujaran di medsos
Karimun (Antaranews Kepri) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, meminta aparat kepolisian mengusut pelaku ujaran kebencian melalui media sosial.

"Kami meminta kepolisian mengusut hingga tuntas. Kami juga secara resmi telah melaporkan dugaan ujaran kebencian itu ke Polres Karimun," kata Ketua DPD PSI Karimun Sudianto di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Sudianto mengatakan, pihaknya secara resmi melaporkan dugaan ujaran kebencian melalui surat nomor 008/A/DPD-X/2018 yang diterima Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun Senin (19/3).

"Pilihan berat bagi kami untuk melapor pemilik akun ke polisi. Tapi ujaran kebencian itu telah merusak kredibilitas dan citra partai. Pelaporan ini juga sesuai dengan program Kapolri dalam memberantas ujaran kebencian menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden," kata dia.

Menurut dia, status dalam akun Facebook milik seseorang yang diduga tinggal di Karimun itu, bukan penyampaian pendapat, tetapi lebih cenderung pengungkapan kebencian dan penghinaan yang bernuansa SARA.

"PSI merupakan partai yang antiinteloransi dan antihoaks. Kami berharap kepolisian mengusut pelakunya," kata dia.

Sementara itu, Juru Bicara DPD PSI Karimun Romesko Purba menjelaskan, ujaran kebencian awalnya muncul di Facebook pada 16 Maret 2018.

"Awalnya `postingan` akun Facebook hanya bersifat `bully`, namun kami anggap hal yang biasa dalam menyampaikan pendapat," kata dia.

Namun, kata Romesko, ungkapan yang dibagikan itu makin mengarah pada ujaran penuh kebencian dengan menuduh PSI sebagai PKI dan berbau diskriminasi etnis, serta menyebarkan informasi yang tidak benar.

Dia mengatakan telah menyerahkan bukti tampilan layar berisi ujaran kebencian tersebut kepada aparat kepolisian.

"Kami melapor agar tidak ada lagi ujaran-ujaran kebencian di medsos di Karimun. Ini kami harapkan menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi ujaran di medsos," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febryantara, tidak mengangkat teleponnya ketika hendak dikonfirmasi terkait laporan ujaran kebencian dari PSI. Baca juga: Polda Kepri kembali amankan pelaku ujaran kebencian

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar