PSI Karimun jaring caleg berkompeten dan berintegritas

id Partai Solidaritas Indonesia Karimun,DPD PSI Karimun,penjaringan caleg PSI

Ketua DPD PSI Karimun Sudianto (2 kanan) didampingi pengurus merilis penjaringan caleg untuk Pemilu 2019 di Kantor DPD PSI Karimun, Minggu (18/3). (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Politik saat ini identik dengan citranya yang negatif. Oleh karena itu, PSI butuh orang-orang baik dan tidak palsu untuk mengubah budaya politik lama menjadi budaya politik baru dengan mengusung prinsip partai yang terbuka dan progresif
Karimun (Antaranews Kepri) - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mulai menjaring calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 yang memiliki kompetensi dan integritas.

"Penjaringan bakal caleg kita mulai Senin (19/3). Kami mengundang kalangan putra-putri terbaik di Karimun untuk menjadi caleg, yang memiliki kompetensi dan integritas," kata Dewan Pimpinan Daerah PSI Karimun, Sudianto dalam keterangan pers di Kantor DPD PSI Karimun di Meral, Kabupaten Karimun, Minggu.

Sudianto mengatakan, tim pansel yang dibentuk kredibel dalam menyeleksi bakal caleg, berasal dari kalangan akademisi, praktisi dan tokoh masyarakat.

Pansel bakal caleg terdiri dari tiga orang, dua eksternal dan seorang pengurus yang dibentuk DPD dan diusulkan ke DPP untuk diteliti kelayakannya sehingga kredibel dan juga diakui integritasnya.

Menurut Sudianto, setiap bakal caleg yang mendaftar akan diuji kompetensi dan kelayakan.

PSI mencari wakil rakyat yang antikorupsi dan antiintoleransi untuk berjuang bersama anak muda dan perempuan menjadi anggota legislatif 2019-2024.

"PSI merupakan partainya anak muda dan perempuan. Keterwakilan perempuan di kepengurusan melebihi ambang batas, di DPP 40 persen dari jumlah pengurus. Pengurus kami juga paling ramping, kalau DPP sembilan orang dengan 4 perempuan, maka di Karimun perempuan dua orang dan laki-laki 5 orang," tuturnya.

Sekretaris DPD PSI Karimun, M Suwardi menambahkan, penjaringan bakal caleg bebas dari mahar politik.

Suwardi mengatakan, PSI hadir sebagai partai alternatif dari kebuntuan dan kejengahan politik yang ada saat ini.

"Politik saat ini identik dengan citranya yang negatif. Oleh karena itu, PSI butuh orang-orang baik dan tidak palsu untuk mengubah budaya politik lama menjadi budaya politik baru dengan mengusung prinsip partai yang terbuka dan progresif," kata dia.

Dia menambahkan budaya politik baru yang diusung PSI adalah bebas dari mahar politik. Seberapa besar bakal caleg punya uang, tidak berlaku bagi PSI. "Karena PSI tidak akan membuka celah terjadinya tindakan korupsi sedini mungkin.

Dia mengatakan salah satu efek dari mahar politik adalah munculnya anggota legislatif dan kepala daerah yang koruptor, yang banyak ditangkap KPK dalam berbagai Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Hal itu, kata dia, disebabkan masih berlakunya politik transaksional sehingga para anggota legislatif atau kepala daerah berupaya mengambil uang rakyat untuk mengembalikan modal politik yang dikeluarkannya.

Sementara itu, politikus yang juga juru bicara PSI Karimun Romesko Purba mengatakan, penjaringan dan penetapan caleg ibarat menjual produk.

Setiap caleg, menurut dia, harus memiliki nilai jual di tengah masyarakat, memiliki komitmen untuk menjalankan amanat rakyat dan bebas dari korupsi.

"Ini yang akan dibangun PSI. Ada aturan yang ketat berlaku di PSI, dalam mengawasi jika caleg terpilih menjadi wakil rakyat," kata Romesko Purba.

Editor: YJ Naim
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar