Empat delegasi investor asing kunjungi BP Batam

id delegasi investor asing,BP Batam

Perwakilan BP Batam saat menerima kunjungan ASEAN Japan Center. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Kemudahan i23j tak dipungkiri menjadi ketertarikan tersendiri bagi para investor untuk melakukan ekpansi dan berinvestasi di Batam
Batam (Antaranews Kepri) - Izin Investasi 3 Jam (I23J) yang diterapkan mampu menarik empat delegasi investor asing berkunjung ke Badan Pengusahan (BP) Batam untuk mengetahui tentang prospek dan prosedur berinvestasi di wilayah yang strategis dilalui jalur perdagangan internasional di Selat Malaka ini.

Kepala Biro Pengembangan Manajemen Kinerja Purnomo Andiantono, di Batam, Rabu, mengatakan, kehadiran perusahan-perusahaan tersebut dinilai dapat menggairahkan ekonomi Kota Batam.  

"Kemudahan i23j tak dipungkiri menjadi ketertarikan tersendiri bagi para investor untuk melakukan ekpansi dan berinvestasi di Batam," katanya.

Mereka, kata Andi, mempertanyakan terkait bagaimana mendapatkan izin, tenaga kerja, dan perpajakan.

Dia mengatakan pertama investor asal Korea Selatan Sammyung Precision yang datang pada Selasa (20/3) berjumlah tujuh orang dan dipimpin Mr. Jin Bongyoul, Senior Executive Vice President Group Sammyung Precision. Mereka lanjut Andi difasilitasi PT Batamindo Investment Cakrawala.

Kemudian pada Rabu (21/3) tiga perusahaan hadir melakukan kunjungan ke BP Batam diantaranya Hyundai Engineering & Construction Co. Ltd asal Korea,
Pengusaha Tiongkok yang tergabung dalam China Plastic Industry yang hadir bersama Kadin Provinsi Kepri, serta ASEAN-Japan Centre.

Andi mengatakan delegasi Hyundai, Suh Min Jong selaku Chief Representative menyampaikan ketertarikannya kepada beberapa proyek yang akan dilaksanakan di Batam. Seperti LRT, pengembangan pelabuhan Batu Ampar, Bandara Hang Nadim, jembatan Batam-Bintan, pelabuhan Tanjung Sauh dan mengungkapkan ketertarikannya ingin menjadi bagian dalam proyek tersebut.

Sementara sejumlah pengusaha Tiongkok China Plastic Industry yang bergerak di bidang daur ulang non-metal juga melakukan kunjungan dengan didampingi Ketua Kadin Provinsi Kepri Ma’aruf Maulana.

"Kunjungan awal ini bertujuan untuk berdiskusi dengan BP Batam terkait prosedur dan perizinan investasi industri di bidang daur ulang non-metal," katanya. 

Ketua Kadin Provinsi Kepri Ma’aruf Maulana mengatakan sudah ada lebih dari 22 perusahaan yang mengungkapkan ketertarikan untuk berinvestasi di
Batam. 

"Kemudahan i23j tak dipungkiri menjadi ketertarikan tersendiri bagi mereka untuk berinvestasi segera," ujarnya.

Diruangan terpisah sembilan pengusaha asal Korea, Laos dan Jepang yang tergabung dalam ASEAN Japan Centre, dipimpin oleh Hiroko Hashizume, Project Invesment Division, melakukan studi banding dan ingin mengetahui perkembangan industri dan investasi di Batam.(Antara) 

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar