Super Panamax bersandar di Batuampar akhir 2018

id super panamax,pelabuhan cargo

Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam, Nasrul Amri Latief (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Sambil bangun pelabuhan Batuampar, kita selesaikan Loose Cargo (kargo curah) karena ini sudah tertunda terlalu lama, target kita akhir tahun selesai,
Batam (Antaranews Kepri) - Pelabuhan Batuampar terus melakukan sejumlah optimalisasi didermaga utara dan diprediksi pada akhir 2018 akan disandari kapal kargo sekelas super panamax.

"Dari sisi kedalaman laut Batuampar sudah cukup memadai untuk disinggahi kapal kargo berkapasitas 1000 box kontainer," kata Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam, Nasrul Amri Latief, Senin.

Nasrul mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan banyak pihak terkait optimalisasi dermaga utara. Namun lanjut Nasrul masih ada sejumlah fasilitas bongkar muat yang harus dipenuhi.

Salah satu fasilitas yang akan disediakan adalah Gantry Crane yaitu alat yang dapat melayani aktifitas bongkar muat kapal kargo besar. Kata Nasrul ada sejumlah skema yang akan dimanfaatkan untuk pengadaan Gantry Crane.

"Pertama dengan menggunakan dana dari pemerintah, kedua sinergi dengan BUMN, atau skema ketiga melalui sinergi dengan gabungan BUMN dan swasta," katanya.

Seluruh lokasi pelabuhan di Batuampar akan disterilkan dari kargo curah dan areal di pelabuhan tersebut akan menjadi area untuk penumpukan kontainer.

Saat ini kata Nasrul lagi pihaknya sedang mencari tempat untuk menata kargo curah yang layak.

"Sambil bangun pelabuhan Batuampar, kita selesaikan Loose Cargo (kargo curah) karena ini sudah tertunda terlalu lama, target kita akhir tahun selesai,” kata Nasrul.

Nasrul yakin apabila ada kapal kargo dengan kapasitas besar bersandar di pelabuhan Batam, biaya logistik akan lebih murah. Saat ini kata dia biaya logistik input dan output merupakan halangan rintangan yang cukup serius bagi industri di Batam.

"Saat ini Key Performance Indicators (KPI) yang harus dipenuhi oleh Kantor Pelabuhan Batam adalah mengenai efisiensi biaya logistik," katanya.

Nasrul menambahkan kantor pelabuhan harus mampu meningkatkan daya saing Batam dengan menekan biaya logistik seminimal mungkin.

Menurut Nasrul dengan masuknya kapal kargo berkapasitas besar, biaya logistik bisa turun dari USD 1.000 menjadi USD 200 secara bertahap.

"Sebagai tahapan awal, paling tidak penurunannya bisa mencapai 40 persen dari biaya awal," pungkasnya.(Antara)


 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar