Pengamat intelijen: teroris potensial masuk Sumatra

id pengamat intelijen,teroris,sumatra

Anggota polisi bersenjata lengkap berjaga di jalan menuju rumah terduga teroris saat dilakukan penggeledahan oleh Tim Densus 88 Anti Teror Polri di Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Jaringan teroris itu luas, ada di Jambi, Riau, termasuk Kepri. Jadi harus diwaspadai
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Teroris potensial masuk ke wilayah Sumatra, termasuk Kepulauan Riau, kata pengamat intelijen, Ridlwan Habib.

"Jaringan teroris itu luas, ada di Jambi, Riau, termasuk Kepri. Jadi harus diwaspadai," ujarnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.

Ridlwan mengemukakan pengamanan sebaiknya tidak hanya diperketat di rumah ibadah, fasilitas umum, dan pintu keluar masuk orang, melainkan juga di lingkungan terkecil.

"Pemerintah dan aparat yang berwenang harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri Reni Yusneli mengatakan Kepri merupakan wilayah yang terbuka sehingga aksi kejahatan apa pun berpeluang terjadi, termasuk terorisme. Namun ia menduga Kepri bukan sasaran aksi terorisme, melainkan sebagai tempat persembunyian atau transit mereka.

"Penduduk Kepri itu jarang, tidak padat, dibanding Pulau Jawa yang padat bisa menjadi tempat melaksanakan aksi. Di Kepri siapa saja dapat dengan mudah terdeteksi, meski tidak terlalu sulit pula melarikan diri karena wilayah ini terbuka," ujarnya.

Ia mengatakan teroris pernah tinggal di salah satu kawasan di Kepri. Namun mereka tidak melakukan aksi teror hingga akhirnya melarikan diri.

"Dari jejak sejarah teroris di Kepri, sudah seharusnya pengamanan di perketat," tuturnya.

Reni mengimbau warga untuk tidak menyebarluaskan video atau foto aksi terorisme yang menyeramkan. Video dan foto yang sempat menyebar itu membuat masyarakat takut, terutama berada di tempat keramaian.

"Saya saja merasa khawatir, dan selalu mengingatkan kepada keluarga, teman dan staf untuk tetap waspada," katanya yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Pajak Daerah Kepri.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar