Logo Header Antaranews Kepri

Panglima Koarmada I perkuat pengamanan di perbatasan

Kamis, 17 Mei 2018 16:54 WIB
Image Print
Prajuirit TNI AL melakukan penjagaan ketat di wilayah perbatasan, khususnya pada kedua kapal MV Alkar Trust dan MV Kar Trust yang menyelundupkan 4.588,8 ton beras asal Myanmar di perairan Indonesia. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)
Perintah ship to ship itu datangnya dari Singapura. Siapa orangnya masih kita buru,

Batam (Antaranews Kepri) - Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono akan memperkuat kembali pertahanan di perbatasan dari maraknya aksi penyelundupan yang semakin mengkhawatirkan.

"Patroli rutin serta memperkuat intelijen di lapangan akan kita lakukan guna meminimalisir tindak kejahatan di laut, salah satunya aksi penyelundupan," kata Yudo saat meninjau dua kapal berbendera Panama yang mengangkut 4.588,8 ton beras asal Myanmar di Batam, Kamis.

Penyelundupan ribuan ton beras asal Myanmar yang melibatkan 16 ABK berkebangsaan Indonesia dan 15 ABK berkebangsaan Turki itu kata Yudo merupakan pengungkapan kasus terbesar oleh jajaran TNI AL. Modus yang dilakukan lanjut Yudo juga pertama kalinya ia temukan di Indonesia.

"Modusnya ship to ship sehingga kita tangkap kedua kapal MV Alkar Trust dan Kar Trust itu di perairan telok sebong Bintan," katanya.

Sejauh ini tambah Yudo, pihaknya masih mencari tahu siapa agen yang menghubungkan di Batam, sehingga juga terdapat 49 orang pekerja dari Batam yang naik ke kapal untuk membantu proses tersebut.

"Perintah ship to ship itu datangnya dari Singapura. Siapa orangnya masih kita buru," kata Panglima Koarmada I.

Baca juga: Tim gabungan WFQR amankan dua kapal asing
Baca juga: Danlantamal IV: Ada 4.588 Ton Beras asal Myanmar

Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono menunjukan titik lokasi saat TIM WFQR IV menangkap kapal berbendera Panama penyelundup ribuan ton beras asal Myanmar. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Sebelumnya, Tim Gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Batam mengamankan dua kapal berbendera asing, MV Alkar Trust dan MV Kar Trust karena memindahkan muatan di laut tanpa izin.

Kedua kapal milik salah satu perusahaan pelayaran di Singapura yang seharusnya menurunkan sekitar 22 ribu ton beras di Madagaskar. Namun baru diturunkan sekitar 17 ribu ton, kapal disuruh kembali menuju perairan Indonesia.

"Untuk saat ini kedua nahkoda kita tetapkan sebagai tersangka sesuai undang-undang yang berlaku," pungkasnya. (Antara)

Lihat Video:



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026