26 investor CSPA jajaki Batam

id CSPA,china scrap plastics association,investasi di batam

Para calon investor yang tergabung dalam CSPA berfoto bersama dengan pengusaha di Kota Batam dan pejabat BP Batam. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Mereka datang ke sini pertimbangannya karena Batam berstatus FTZ (free trade zone)
Batam (Antaranews Kepri) - Sebanyak 26 investor yang tergabung dalam China Scrap Plastics Association (CSPA) melakukan penjajakan untuk menanamkam modalnya di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. 

"Jenis usahanya bermacam-macam ada yang membuat filter rokok, bahan baku baju, sepatu dan alas sepatu," kata Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Kepri, Makruf Maulana, di Batam, Senin.

Makruf mengatakan kedatangan para calon investor tersebut ke Badan Pengusahaan (BP) Batam ingin mempertanyakan kemudahan dan aturan-raturan apa saja yang harus mereka jalani untuk berinvestasi di Kota Batam.

"Mereka tadi juga mempertanyakan mengenai upah buruh, harga sewa tenant dan listrik," ujar Makruf. Dalam waktu dekat lanjut Makruf dari 26 investor CSPA itu dipastikannya akan mulai menanamkan modalnya di Kota Batam. 

Paling sedikit, kata Makruf, mereka akan berinvestasi dengan nilai sekitar US$5 juta dan paling besar mencapai US$20 juta. "Sudah ada enam yang mendaftar ke saya," papar Makruf. 

Tidak hanya dari Tiongkok, pada Agustus mendatang, lanjut Makruf, akan datang sekitar 22 investor asal Jepang yang akan datang ke Batam. 

Sekarang, kata Makruf, ke 26 anggota CSPA tersebut sedang meninjau seluruh kawasan industri yang ada di Batam. Dengan kedatangan 26 calon investor tersebut Kadin Kepri kata Makruf, optimis pertumbuhan ekonomi Kota Batam akan mencapai atau lebih lima persen pada 2018. 

"Mereka datang ke sini pertimbangannya karena Batam berstatus FTZ (free trade zone)," kata makruf. Sementara itu Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Ady Soegiharto menambahkan ada beberapa perusahaan daur ulang yang akan masuk ke Kota Batam. 

"Sekarang mereka sedang menjajaki potensi kerjasama investasi di Batam dan ingin mengetahui peraturannya seperti apa," ujar Ady. 
Setelah mendapatkan data terkait tata cara berinvestasi di Batam lanjut Ady, anggota CSPA tersebut akan membandingkan negara-negara mana saja yang lebih unggul dalam memberikan kemudahan berinvestasi. 

"Setelah mendapatkan nilai plusnya baru mereka akan memutuskan menanamkan modalnya di mana," kata Ady.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar