Dua anggota Fraksi Demokrat pindah ke Nasdem

id Demokrat,Husnizar Hood,Nasdem,caleg,kepri

Sekretaris DPW Partai Demokrat Husnizar Hood (Antaranews Kepri/Aji Anugraha)

Kami sudah berupaya merangkulnya, tetapi gagal. Kami sempat minta mereka untuk mempertimbangkannya kembali, namun mereka tetap mengajukan surat pengunduran diri
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Dua anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Syarifah Elvizanah dan Afrizal pindah ke Partai Nasdem.

Sekretaris DPW Partai Demokrat Kepri Husnizar Hood, di Tanjungpinang, Jumat mengatakan, Syarifah dan Afrizal termakan bujuk rayu pengurus Partai Nasdem di Kepri.

"Kami sudah berupaya merangkulnya, tetapi gagal. Kami sempat minta mereka untuk mempertimbangkannya kembali, namun mereka tetap mengajukan surat pengunduran diri," kata Husnizar, yang juga bakal caleg DPR RI daerah pemilihan Kepri.

Syarifah, menurut dia termakan bujuk rayu lantaran juga khawatir dibayang-bayangi oleh Deby, istri dari Bupati Bintan Apri Sujadi yang terdaftar sebagai bakal caleg Kepri daerah pemilihan Bintan-Lingga. Sementara kondisi sekarang, Syarifah hanya ditempatkan nomor urut 4 sebagai bakal caleg Kepri dapil Bintan-Lingga.

Di internal Nasdem, Syarifah harus berhadapan dengan Khazalik, mantan Wakil Bupati Bintan. Khazalik yang juga Ketua Partai Nasdem Bintan berada pada nomor urut 1, diperkuat dengan istrinya yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bintan dapil Bintan Pesisir.

Sementara Afrizal, kata dia memiliki hubungan yang dekat dengan Wali Kota Batam, Rudi. Kedekatan Afrizal dan Rudi terjadi sejak Rudi masih menjabat sebagai Ketua Demokrat Batau atau sebelum pindah ke Nasdem.

Meski demikian, Demokrat juga kedatangan kader Nasdem, Susi Susilawati. Susi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kepri dari Partai Nasdem terdaftar sebagai bakal calon DPR dapil Kepri yang diusung Partai Demokrat.

Terkait perpindahan anggota DPRD Kepri dari Demokrat, Wan Norman Edi ke PKS, Husnizar mengakui Wan Norman tidak didaftarkan sebagai bakal caleg Kepri untuk dapil Natuna-Anambas. Alasannya, pengurus DPC Demokrat Natuna dan Anambas tidak menginginkan Wan Norman.

Wan Norman dinilai tidak memberi kontribusi kepada partai. Wan Norman juga tidak terlalu mendapatkan suara atau dukungan dari Natuna dan Anambas pada Pemilu 2014.

Wan Normal menjabat sebagai anggota DPRD Kepri karena menggantikan anggota Fraksi Demokrat yang terjerat kasus hukum.

"Saya dua kali menjaring aspirasi ke Natuna-Anambas. Hasilnya, pengurus di sana menginginkan orang lain yang dicalonkan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar