Pertamina gandeng Flipmas bina KEM Madong

id Pertamina,CSR,budidaya kerapu cantang,flipmas,Madong

Gubernur Kepri Nurdin Basirun (kiri) dalam panen perdana ikan kerapu cantang KEM Madong. (Antaranews Kepri/Saud)

Karena kami ingin, kelompok masyarakat binaan Pertamina menjadi berkembang dan maju sebagaimana yang kami harapkan dari pemanfaatan CSR
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - PT Pertamina (Persero) menggandeng Forum Iptek Masyarakat (Flipmas) dalam membina Kelompok Ekonomi Masyarakat (KEM) Madong yang melakukan panen raya perdana kerapu cantang, Jumat, setelah menerima manfaat program Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) pada 2017 lalu.

"Karena kami ingin, kelompok masyarakat binaan Pertamina menjadi berkembang dan maju sebagaimana yang kami harapkan dari pemanfaatan CSR," kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Arifianto di Tanjungpinang.

Menurut Rudi, pihaknya percaya Flipmas memiliki konsentrasi tinggi dalam pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan. Sehingga selektif dalam memilih kelompok masyarakat yang serius ingin maju dan meningkatkan taraf ekonomi.

"KEM Madong ini adalah salah satu usulan Flipmas yang kami kucurkan CSR pada 2017 sekitar Rp300juta berbentuk bantuan pendukung budidaya kerapu cantang," tegasnya.

Rudi menegaskan bahwa keterlibatan Flipmas dalam program CSR tersebut karena Pertamina tidak ingin, bantuan yang diberikan sia-sia.

Di lokasi yang sama, Ketua Flipmas Batobo, Fadil mengatakan pihaknya mempunyai kriteria yang ketat kepada kelompok masyarakat yang bakal menerima bantuan dari Pertamina.

"Syarat pertama, kelompok masyarakat itu sendiri sudah lebih dulu terbentuk, dan mereka mempunyai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah," ujar Fadil.

Tambah dia, untuk kelompok yang memiliki lahan darat, harus memiliki lahan marginal minimal 5 hektar, bukan lahan produktif. Agar pemanfaatan dapat lebih maksimal, misalnya untuk perkebunan, perternakan, atau perikanan air tawar.

"Syarat selanjutnya, warga yang terlibat minimal 40 kepala keluarga yang memiliki IPM rendah," ungkapnya.

Menurut Fadil, program yang akan digerakan oleh kelompok masyarakat penerima CSR Pertamina adalah program yang menjadi kebiasaan masyarakat itu sendiri. Contohnya KEM di Madong yang memang eksis dalam bidang budidaya kerapu cantang.

"Sementara, kalau programnya berasal dari usulan kami, kami khawatir akan gagal. Sebab itu lah, program yang dibantu Pertamina adalah program yang berangkat dari masyarakat di wilayah tersebut," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar