Polri-Umrah sepakat bangun peradaban

id Umrah,Polres tanjungpinang

Arsip - Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (pegang mik) menjelaskan mengenai MoU dengan POLRI terkait seleksi pejabat eselon dua, tiga dan empat BP Batam bersama Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Arief Sulistyanto (sebelah kiri Lukita) dan Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Selain pengetahuan, Polri sampai sekarang fokus meningkatkan ketrampilan anggota, "attitude", terus berinovasi.
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Kepolisian Republik Indonesia dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Kepulauan Riau sepakat untuk bersama-sama membangun dan menjaga peradaban melalui pengembangan ilmu pengetahuan.

Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk MoU, yang ditandatangani Asisten Sumber Daya Manusia Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto dan Rektor UMRAH Prof Syafsir Akhlus di Auditorium UMRAH, Senin.

"Ada kesamaan kebutuhan, kesamaan kepentingan antara pihak kampus dengan pihak kepolisian, yang akan berjalan dengan baik jika bersinergi. Kampus dan Polri ingin membangun dan menjaga peradaban yang baik, yang dibutuhkan kedua institusi sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Arief, yang juga mantan Kapolres Tanjungpinang.

Arief mengatakan Polri terus-menerus meningkatkan SDM melalui pengembangan ilmu pengetahuan. Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari peran pihak kampus, seperti UMRAH. Selain pengetahuan, Polri sampai sekarang fokus meningkatkan ketrampilan anggota, "attitude", terus berinovasi.

"Untuk menjadi polisi yang dapat bekerja secara profesional, maka harus berpegang pada empat hal itu. Itu hal mendasar, yang harus terpenuhi," tegasnya.

Kerja sama yang dapat dilaksanakan dengan UMRAH antara lain di bidang penelitian. Pihak kampus melakukan penelitian, sementara Polri menyediakan data.

"Kami juga memiliki kewajiban untuk mendorong peningkatan SDM di kampus. Para sarjana yang berkeinginan menjadi anggota polisi dan memenuhi persyaratan, tentu difasilitasi," katanya.

Sementara itu, Prof Akhlus mengatakan kampus yang dipimpin bersama Polri akan membangun peradaban, sekaligus membuat instrumen untuk menjaganya.

"Jadi dimulai dari dasar. Tidak sebatas pendidikan. Nanti akan ada penelitian bersama, bagaimana kita memberi layanan yang terbaik kepada masyarakat. Jadi kami meneliti,polisi memberi data," katanya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar