Logo Header Antaranews Kepri

4.560 data pemilih sementara Batam bermasalah

Selasa, 21 Agustus 2018 13:54 WIB
Image Print
Dokumentasi- Warga menunjukkan Kartu Pemilih. (ANTARA) (/)

Batam (Antaranews Kepri) - Sebanyak 4.560 data dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Kota Batam Kepulauan Riau untuk Pemilu 2019, masih dipermasalahkan dalam rapat pleno penetapan DPS HP Akhir di Batam, Senin.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Batam, Syahrul Huda mengatakan kemungkinan DPSHP Akhir dan Daftar Pemilih Tetap belum dapat ditetapkan dalam rapat itu, karena masih ada data yang bermasalah.

"Belum, masih di `skors`," kata Syahrul seraya meninggalkan lokasi rapat.

Di tempat yang sama, anggota Badan Pengawal Pemilu Kota Batam, Syailendra Reza mengatakan dalam rapat itu ditemukan 4.560 pemilih bermasalah.

"Masih ada data yang tidak sinkron," kata dia.

Di antara permasalahan yang ditemukan yaitu perbedaan jenis kelamin antara fakta dengan data yang masuk dalam sidalih.

Ia mengatakan, kesalahan itu lumrah, karena bisa saja, nama seseorang menyerupai jenis kelamin tertentu, padahal faktanya tidak.

Seperti nama Andi yang identik dengan lelaki, padahal ada juga perempuan yang bernama Andi.

"Nama bisa perempuan, tapi jenis kelamin lelaki. Kita `break down`, cek ulang. Agar kalau ditetapkan nanti tidak menjadi keributan," kata dia.

Selain itu, Bawaslu juga masih menemukan data ganda dalam DPSHP.

Bawaslu juga menemukan penggunaan format yang berbeda antara Panitia Pemungutan Suara.

Menurut dia, mengatakan penetapan DPT masih bisa ditetapkan hingga 22 Agustus 2018.

Sementara itu, berdasarkan data KPU, jumlah pemilih Batam sebanyak 638.170 orang yang tersebar di 2.923 tempat pemungutan suara (TPS), menyusut 4.560 pemilih dibanding daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) 642.730 pemilih dan 2.950 TPS yang ditetapkan pada 22 Juli 2018.

Penyusutan pemilih terbanyak terjadi di Kecamatan Batam Kota dengan 3.780 pemilih, dari sebelumnya 98.942 pemilih di DPSHP menjadi 95.162 pemilih di DPT.

Kemudian di Lubukbaja menyusut 2.849 pemilih, dari sebelumnya 53.565 pemilih di DPSHP menjadi 50.716 pemilih di DPT. Di Sekupang menyusut 1.951 pemilih, Batuampar menyusut 1.360 pemilih, Seibeduk menyusut 291 pemilih, dan Belakangpadang menyusut 280 pemilih.

Sementara di kecamatan lain, jumlah pemilih justru bertambah. Di Sagulung bertambah 2.354 pemilih dari sebelumnya 116.943 pemilih di DPSHP menjadi 119.297 pemilih di DPT. Kemudian di Bengkong bertambah 2.242 pemilih, Batuaji bertambah 703 pemilih, Nongsa bertambah 429 pemilih, Galang bertambah 211 pemilih, dan Bulang bertambah 12 pemilih.

Saat ini jumlah pemilih tertinggi di Kota Batam masih Kecamatan Sagulung dengan 119.297 pemilih dan 579 TPS. Kemudian Batam Kota 95.162 pemilih dan 436 TPS, Sekupang 79.251 pemilih dan 346 TPS, Batuaji 65.766 pemilih dan 281 TPS, Bengkong 62.952 pemilih dan 265 TPS, Lubukbaja 50.716 pemilih dan 232 TPS, serta Seibeduk 45.729 pemilih dan 229 TPS.

Selanjutnya Kecamatan Nongsa dengan 44.871 pemilih dan 186 TPS, Batuampar 40.046 pemilih dan 214 TPS, Belakangpadang 14.613 pemilih dan 70 TPS, Galang 12.152 pemilih dan 52 TPS, serta Bulang 7.615 pemilih dan 33 TPS.



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026