Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri komitmen tambah anggaran haji

Rabu, 29 Agustus 2018 12:41 WIB
Image Print
Dokumentasi sejumlah jamaah calon haji dari Sumatera Utara memakai ihram saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi, Jumat (14/10). Berbeda dengan gelombang pertama yang ke Madinah, untuk gelombang dua langsung ke Mekkah untuk melaksanakan umroh. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Tahun depan, kami akan tambah dengan memberikan syal untuk jamaah,

Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen menambah anggaran untuk penyelenggaraan ibadah haji pada 2019 guna meningkatkan pelayanan kepada jamaah.

"Tahun depan, kami akan tambah dengan memberikan syal untuk jamaah," kata Wakil Gubernur Kepri Isdianto di Batam, Rabu.

Selama ini, belum ada syal yang seragam untuk jamaah seluruh Provinsi Kepri, padahal jamaah dari provinsi lain sudah mengenakannya.

Syal yang seragam untuk jamaah diperlukan sebagai identitas, agar tidak sulit ditemukan saat berkumpul dengan jamaah haji seluruh dunia.

Saat ini, kata dia, Pemprov Kepri hanya menganggarkan biaya penginapan, sarapan pagi, dan bekal tambahan untuk jamaah asal provinsi itu.

Ia enggan menyebutkan jumlah anggaran yang sudah dialokasikan untuk ibadah haji.

Saat ditanya evaluasi penyelenggaraan Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Batam, ia menilai sudah berjalan baik, tidak ada keluhan jamaah dari provinsi lainnya.

"Alhamdulillah, semuanya melakukan agar lebih baik. Pemulangan jamaah tahun ini pun lebih cepat dari tahun lalu," kata dia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepri yang juga Ketua PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam Mukhlisuddin menyatakan penyelenggaraan embarkasi-debarkasi berjalan relatif lancar.

Tahun ini, Provinsi Kepri memberangkatkan 1.268 jamaah calon haji dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, Natuna, Kepulauan Anambas, dan Karimun.

Embarkasi-Debarkasi Hang Nadim Batam melayani sekitar 11.000 haji dari Provinsi Kepri, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. (Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026