Provinsi Kepri pintu gerbang wisata bahari

id provinsi kepri,gerbang wisata bahari,guntur sakti

Kepala Biro Komunikasi dan Publik Kementerian Pariwisata RI, Guntur Sakti. (ANTARA News Kepri/Pradanna Putra)

Dalam perjalanan iven sail di Indonesia, Provinsi Kepri mendatangkan yacht terbanyak pada saat itu dan yachter bukan berkumpul di entri point tapi di Tanjungpinang
Batam (Antaranews Kepri) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencanangkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai pintu gerbang wisata bahari di Indonesia karena memiliki luas wilayah yang didominasi 96 persen lautan. 

Kepala Biro Komunikasi dan Publik Kemenpar, Guntur Sakti, di Batam, Senin, mengatakan pada 2016 lalu, Provinsi Kepri berhasil mendatangkan 96 yach dari berbagai negara saat mengelar Festival Bahari Kepri (FBK).

"Dalam perjalanan iven sail di Indonesia, Provinsi Kepri mendatangkan yacht terbanyak pada saat itu dan yachter bukan berkumpul di entri point tapi di Tanjungpinang," kata Guntur.

Guntur menambahkan, Kemenpar memiliki tim percepatan pengembangan wisata bahari yang dinakhodai Indroyono Susilo. 

Sail Natuna dan Anambas yang dilaksanakan Provinsi Kepri kata Guntur, merupakan strategi untuk mendatangkan turis premium. 

"Itu bukti laut Provinsi Kepri merupakan panggung yang diciptakan untuk wisatawan premium yaitu mendatangkan yachter," papar Guntur.

Dari iven tersebut kata Guntur, dapat diambil pesan bahwa gerbabg wisata bahari ada di Indonesia ada di Provinsi Kepri. 

"Dari iven itu nilainya memang sedikit tapi venuenya besar dan kita berani mengelar di Kepri karena dekat dengan simpul-simpul yachter dunia," kata Guntur.

Para yachter kata Guntur, kerap berkumpul di Darwin, Australia dan Puket, Vietnam. Agar para yachter datang ke Provinsi Kepri, pemerintah provinsi diminta menciptakan playground sehingga para yachter mudah bertandang ke Kepri.

Selain itu lanjut Guntur, hal lain yang dilakukan Kemenpar guna mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia adalah dengan seaplane atau pesawat udara air agar dapat mendarat di objek-objek wisata yang minim akses transportasi.

"Salah satu yang sudah dijalankan adalah di Pulau Bawah, Anambas," pungkas Guntur.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar