BUMN Hadir : Peserta SMN NTB kunjungi UKM binaan Pelindo I

id pelindo 1, pelindo 3, umkm, dendeng sotong, sotong kering

Salah satu peserta SMN salah mencoba pengolahan pembuatan sotong, Rabu (12/08) (Nurjali)

Industri rumahan ini merupakan UKM terbaik yang beberapa kali mendapat penghargaan dari kepala negara
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Para peserta SMN asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mengunjungi salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM), mitra binaan Pelindo industri rumah tangga pembuatan sotong kering PD Adi Anugrah di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, yang telah berdiri sejak tahun 1991.

"Ini merupakan UKM terbaik yang beberapa kali mendapat penghargaan dari kepala negara," kata Pejabat Pelaksana Keuangan Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Pelindo I Cabang Tanjungpinang Budi, kepada Antara, Rabu.

UKM PD Adi Anugrah ini mulai mendapat pembinaan dari Pelindo I Cabang Tanjungpinang mulai tahun 2008, dan telah beberapa kali dilibatkan oleh Pelindo I dibeberapa kegiatan pameran yang digelar oleh BUMN. Selain mendapat bantuan uang pembinaan UKM dengan bunga kecil pertahunnya hanya 3 persen, industri pembuatan sotong kering ini juga mendapatkan bantuan kemasan dan  berlogo Pelindo I.

PD Adi Anugrah saat ini terbilang cukup maju diwilayah Provinsi Kepualauan Riau, dengan mempekerjakan sepuluh orang karyawan. Perusahaan rumahan  ini  mampu memproduksi 300 kilogram perbulannya. Sebagai daerah kepulauan, industri ini tidak kesulitan, untuk mendapatkan bahan pokok salah satu penyuplai bahan pokok sotong kering adalah berasal dari Kabupaten Lingga.

"Kami sangat terbantu dengan bantuan Pelindo tersebut, dan banyak kemajuan yang dapat kami manfaatkan salah satunya pembelian peralatan pendukung," kata pemilik PD Adi Anugrah Poniran.

Selain memperkenalkan satu persatu produk yang dimiliki oleh PD Anugrah, para peserta Siswa Menganal Nusantara (SMN) dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang didatangkan Pelindo III ini juga diberikan kesempatan untuk mencoba proses pembuatan sotong kering. Mulai dari proses pembersihan sotong, kemudian di kukus menggunakan oven dan diolah dengan mesin khusus hingga proses pengemasan.

Aziz salah satu peserta SMN dari NTB mengaku sangat terkesan dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh Kepualauan Riau, bahkan menurutnya banyak makanan-makanan khas Kepulauan Riau yang tidak ada di Nusa Tenggara Barat termasuk sotong kering tersebut belum pernah dirinya menemukan di provinsi dengan dua pulau besar tersebut yaitu Lombok dan Sumbawa.

"Sotong ini kalau ditempat kami, pernah ada tapi tidak dikeringkan kalau kering baru ini saya temui," sebutnya dengan logat khas suku Sasak. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar