Caterpillar kesulitan impor bahan baku

id Caterpillar indonesia batam

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (kiri) mendengarkan penjelasan dari salah seorang karyawan PT Caterpilar Indonesia Batam. PT Caterpilar Indonesia Batam menyampaikan keluhan mengenai sulitnya mengimpor bahan baku berupa baja yang berasal dari dalam negeri yaitu Jakarta. (ANTARA News Kepri/Dok Humas BP Batam)

Kendala yang rekan-rekan sampaikan akan saya rapatkan dengan para deputi untuk dirundingkan solusinya, agar PT CIB dapat beroperasi secara maksimal di Batam,
Batam (Antaranews Kepri) - Direktur PT Caterpillar Indonesia Batam, Timothy Young menyampaikan kesulitan pihaknya dalam mengimpor bahan baku meski dibeli di wilayah Indonesia yaitu Jakarta.

"Waktu pengiriman dari Jakarta ke Batam, lebih lama daripada melalui Singapura ke Batam," katanya kepada Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Sabtu.

Kepala BP Batam, Lukita mengatakan, pihaknya mendatangi kantor PT Caterpillar Indonesia Batam dengan tujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi perusahaan tersebut.

PT Caterpillar Indonesia Batam kata Lukita sangat peka melihat adanya potensi besar untuk terus berinvestasi di Batam. Khususnya di bidang pertambangan dan alat-alat berat.

Baca juga: BPJSTK apresiasi tiga perusahaan terbaik kepesertaan

Dengan produk berkelas internasional lanjut Lukita, menjadi pemicu terbukanya potensi pasar konstruksi, alat berat, dan pertambangan bagi PT Caterpilar Indonesia Batam.

"Ditambah sektor pertambangan yang akan meningkat seiring tingginya permintaan batubara sebagai energi pembangkit listrik," kata dia.

Ia mengatakan akan membawa kendala yang dihadapi PT Caterpillar Indonesia Batam ke rapat pimpinan.

"Kendala yang rekan-rekan sampaikan akan saya rapatkan dengan para deputi untuk dirundingkan solusinya, agar PT CIB dapat beroperasi secara maksimal di Batam," ujarnya.

PT Caterpillar Indonesia Batam beroperasi di Batam sejak 2013 dan sudah berinvestasi sebesar US$170 juta.(Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar