
Kepri butuh banyak kapal

Seingatnya, dalam tiga tahun terakhir ini, belum ada penambahan armada kapal baru yang memperkuat kapal-kapal yang ada.
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Surya Makmur Nasution menyatakan wilayah ini membutuhkan kapal lebih banyak lagi untuk merajut rentang kendali warga yang tinggal di pulau-pulau.
"Mimpi Kepri masa depan adalah bagaimana transportasi laut dapat melayani semua warga yang hidup dan tinggal di-1796 pulau. Moda transportasi laut yang dapat melayani warga dengan baik menjadi keniscayaan," ujar Surya, di Tanjungpinang, Selasa.
Ia menambahkan moda transportasi laut Kepri hingga kini masih terbatas. Seingatnya, dalam tiga tahun terakhir ini, belum ada penambahan armada kapal baru yang memperkuat kapal-kapal yang ada.
"Saat ini hanya ada dua kapal yakni Sabuk Nusantara dan KM Bukit Raya. Padahal ambisi kita menjadikan Kepri sebagau poros maritim dunia," ujarnya, yang juga calon anggota DPD RI dapil Kepri.
Surya mengemukakan tujuan terbentuknya Provinsi Kepri yakni ingin merajut rentang kendali posisi geografi daerah karena dipisahkan oleh laut yg begitu luas dan banyak pulau.
Diharapkan dengan pemisahan Kepri dengan Riau, pelayanan dan pengelolaan pemerintahan di pulau-pulau dapat berjalan efektif dan efisien.
Di sisi lain, posisi geopolitik Kepri yg berbatasan langsung dgn Singapura dan Malaysia, yang hanya dipisahkan oleh Selat Malaka, menjadikan Kepri sebagau wilayah strategis. Penanganan dan pengelolaannya pun semestinya tidak sama dengan daerah atau wilayah lain.
"Selat Malaka adalah sumber kehidupan anugerah Allah SWT yg tak terhingga," katanya.
HUT Kepri ke-16, menurut dia momentum untuk meningkatkan sektor kemaritiman, salah satunya mengadakan kapal-kapal berskala besar dan cepat sehingga sektor lainnya dapat berkembang.
"24 September 2018 usia Kepri sudah remaja. Harapan masyarakat seiring dengan keinginan pemerintah merajut renrang kendali yang sampai sekarang belum sepenuhnya terwujud," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah mengatakan arah pembangunan Kepri belum jelas. Ia pun menyorot persoalan sektor kemaritiman yang belum dikelola secara maksimal.
Padahal Kepri memiliki visi menjadikan Kepri sebagai bunda tanah melayu yang sejahtera, akhlak mulia, ramah lingkungan dan unggul di bidang maritim.
"Apakah kita sejahtera? Apa peta jalan kita untuk menuju Sejahtera," tuturnya.
Meskipun membangun tidak seperti membalikkan telapak tangan, namun posisi Kepri yang strategis di Selat Malaka dan Laut Natuna 96 lautan, dan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone) seharusnya masyarakat bisa sejahtera.
"Kami harus mensyukuri dan akui bahwa sudah banyak perubahan dan peningkatan infrastruktur, bidang pendidikan dan kesehatan, pelabuhan sejak Kepri dipimpin Pak Ismeth, Pak Sani dan dilanjutkan Pak Nurdin. Tapi dengan potensi dan peluang yang kita miliki, harusnya lebih cepat," kata Anggota DPRD Kepri dari dapil Karimun ini.
Menurutnya, persoalan Kepri saat ini adalah belum mandirinya dari segi fiskal atau keuangan, karena Kepri masih tergantung dengan pusat sekitar 65 persen.
"APBD kita mengalami defisit dalam 3 tahun ini," ucapnya.
Untuk itu, Iskandarsyah mendorong Pemerintah Kepri bagaimana APBD Kepri dapat di atas Rp5 triliun. Kondisi keuangan daerah tang stabil dapat dipergunakan untuk program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sejahtera.
"Ukurannya, pendapatan masyarakat dalam 1 keluarga dapat tercapai minimal Rp4 juta dan ada lapangan pekerjaan serta pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen," katanya. (Antara)
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
