Lapas Barelang rutin periksa kamar narapidana

id lapas barelang,batam,kamar,narapidana,narkotika

Kalapas Kelas II A Barelang, Surianto. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Kerjasamanya bukan hanya saling menukar informasi saja tapi sudah lebih kepada menganalisa situasi
Batam (Antaranews Kepri) - Lapas Klas II Barelang, Kota Batam rutin memeriksa kamar para narapidana dan warga binaan guna mengantisipasi peredaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza), senjata tajam dan telepon genggam.

Kepala Lapas Klas II Barelang, Surianto, di Batam, Senin, mengatakan pihaknya juga sudah melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menangani peredaran narkoba di dalam lingkungan Lapas.

"Kerjasamanya bukan hanya saling menukar informasi saja tapi sudah lebih kepada menganalisa situasi," katanya. 

Surianto menambahkan, pihaknya akan memberikan sanksi keras apabila ada narapidana atau pun petugas Lapas yang kedapatan melakukan transaksi narkoba.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan pola saling mengawasi baik bagi narapidana maupun petugas Lapas.

"Kalau kita lihat secara keilmuan, di Lapas itu komunal-komunal artinya setiap komunal itu punya orang yang dituakan," paparnya. 

Surianto mencontohkan, apabila ada narapidana atau petugas Lapas yang dicurigai membawa dan memiliki narkoba, rekan-rekannya akan memberitahukan hal tersebut kepada atasannya.

Sehingga kata Surianto, dapat dengan mudah diawasi. 

Agar hal tersebut berjalan maksimal, pihaknya menerapkan empat cara agar para narapinda dan petugas Lapas tidak tergiur melakukan transaksi narkoba di dalam Lapas.

"Pertama memastikan tidak ada narapidana yang terlibat dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan bugeter," ujarnya. 

Kedua kata Surianto, dengan memaksimalkan pasar yang ada di Lapas Barelang.

Dalam artian, Lapas Barelang bekerjasama dengan pihak ketiga dalam kegiatan mikro ekonomi yaitu pemanfaatan lahan di sekitar Lapas untuk dijadikan area tanam sepeti cabai dan sayur-sayuran.

"Kita sudah bekerja sama dengan PT Fajar dan mereka memberikan dana tali kasih Rp100 juta per bulan," katanya.

Metode ketiga lanjutnya adalah dengan memastikan seluruh pegawai Lapas yang bertugas dalam keadaan bahagia.

Dengan kondisi bahagia kata Surianto, petugas Lapas tidak mudah terbujuk dengan rayuan untuk menjadi kaki tangan para bandar narkoba.

"Terakhir kita serahkan semuanya kepada tuhan," pungkasnya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar