Kabasarnas luncurkan dua kapal SAR di Batam

id kapal,sar,batam,basarnas

Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Syaugi, mengecek salah satu kapal yang akan digunakan untuk operasi pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi kecelakaan di perairan.(Antaranews Kepri/Dok Humas Basarnas)

Pembuatan dua Rescue Boat berukuran 40 meter berbahan aluminium tersebut yang kredibel dan sudah lama menjadi rekanan Basarnas
Batam (Antaranews Kepri) - Kepala Search And Rescue Nasional, Marsekal Madya TNI M Syaugi, meluncurkan dua kapal negara Karna dan Sasikirana di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari pers rilis yang diberikan, Kabasarnas Marsekal Madya TNI Syaugi, di Batam, Selasa, mengatakan dua kapal tersebut berbahan aluminium dengan ukuran 40 meter yang diproduksi PT Palindo Marine dan PT Infinity Global Mandiri.

"Pembuatan dua Rescue Boat berukuran 40 meter berbahan aluminium tersebut yang kredibel dan sudah lama menjadi rekanan Basarnas," katanya.

Menurut Kabasarnas, kedua kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan 30 knot.

Kabasarnas berharap kedua kapal tersebut dapat mengefektifkan pelaksanaan operasi SAR di perairan.

"Saat ini Basarnas memiliki 170 kapal yang tersebar di kantor maupun pos SAR di seluruh tanah air," ujarnya.

Namun kata Kabasarnas, jumlah tersebut belum ideal dan tahun ini pihaknya hanya melakukan pengadaan dua kapal. 

Kata Kabasarnas, hampir semua kapal Basarnas diberi nama tokoh pewayangan dan berharap, nama tokoh wayang dengan kapal tersebut simetris dari aspek filosofi positif yang melekat pada karakter nama tersebut. 

"Karena dalam dunia pewayangan adalah raja yang memegang teguh nilai-nilai seorang ksatria," ujarnya.

Dari data Basarnas Command Center (BCC), hampir 70 persen kecelakaan yang ditangani adalah kecelakaan di perairan. 

"Setiap hari Basarnas rata-rata menangani 10 sampai 20 kecelakaan di perairan di seluruh tanah air," ujarnya.

Karena itu lanjut Kabasarnas, sarana prasarana air menjadi hal krusial yang harus ditingkatkan untuk mengefektifkan pelaksanaan operasi SAR. 

Kedua kapal tersebut rencananya diperuntukkan kantor SAR Natuna. 

"Tujuannya tak lain agar operasi pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi dapat terlaksana dengan cepat, efektif, dan efisien sehingga jatuhnya korban jiwa mampu diminimalisir," katanya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar