Paktel relokasi antena satelit ke Batam

id paktel,antena salelit batam

Paktel relokasi antena satelit ke Batam

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady saat melakukan pertemuan dengan President Director PT Pasifiktel Indotama (Paktel), John Lester. PT Paktel berencana merelokasi antena satelit di Kota Batam, Provinsi Kepri. (Foto: Dokumentasi BP Batam)

Batam (ANTARA) - Industri telekomunikasi PT Pasifik Indotama (PaktelL) berencana akan merelokasi antena satelit ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang dinilai lebih strategis dari lokasi lainnya di Indonesia.

President Director PT Pasifiktel Indotama (Paktel), John Lester, di Batam, Selasa, mengatakan, perusahaannya tertarik untuk merelokasi antena satelit ke Kota Batam.
 
"Kami membutuhkan ruang untuk merelokasi antena satelit tersebut lebih-kurang satu hektare," katanya.

Kata dia, untuk merelokasi diperlukan banyak persiapan dan kemudahan akses terutama transportasi, dan pihaknya menilai Kota Batam memiliki yang diperlukan perusahaannya.

"Asia Satellite Internet Exchange Limited (ASIX) yang merupakan pemegang saham pasar Hong Kong Group, memiliki teleport satelit besar baru-baru ini memutuskan untuk menjual lahan yang menampung 11 antena satelit besar dengan diameter 6 sampai 15 meter," jelasnya.

Dia menjelaskan, selain Kota Batam, pihaknya telah melakukan survei di Filipina dan Malaysia untuk merelokasi antena satelit perusahaannya.

Namun, lanjutnya, Kota Batam menjadi pilihan pertama yang disepakati tim di perusahaannya.
 
"Batam kami rasa sempurna untuk melakukan relokasi ini, selain lokasi strategisnya adalah minimnya gedung pencakar langit yang dapat menghalau akses ke satelit di luar angkasa." paparnya.
 
Kata dia, selain ketersediaan lahan yang cukup untuk menampung 11 antena satelit besar, PT Paktel juga memerlukan fasilitas penampung daya beserta genset listrik dan bangunan yang akan dijadikan sebagai kantor, pusat jaringan kontrol, infrastruktur IT, serta menampung peralatan stasiun satelit di darat. 

Rencananya, kata dia, jika pihaknya beroperasi di Kota Batam PT Paktel akan menyerap 50 hingga 100 tenaga kerja yang terdiri dari insinyur dan teknisi.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady menangapi positif keinginan PT Paktel tersebut. 
 
Pihaknya bahkan memberikan tiga pilihan kepada PT Paktel.

Pertama, BP Batam akan merelokasi lahan untuk PT Paktel. Kedua, PT Paktel dapat menggunakan bangunan yang dimiliki oleh BP Batam yang telah dilengkapi peralatan dan tower. 

Terakhir, menggunakan fasilitas IT Center BP Batam. 

"Masing-masing dari pilihan ini tentunya menguntungkan dari sisi yang berbeda, tapi yang pasti, kami mendukung penuh bisnis ini," ujarnya. 
 
Edy berharap dapat mendapatkan daftar kebutuhan investasi PT Paktel secepatnya agar kerjasama ini dapat segera terlaksana.
 
PT Paktel sendiri merupakan didirikan di Indonesia pada 1995 yang berpusat di Jakarta dengan satu kantor cabang di Balikpapan, Kalimantan Tengah. 

Perusahaan ini bergerak di layanan jaringan telekomunikasi, dengan spesialisasi dalam "outsourcing" dan menawarkan solusi jaringan lengkap.

PT Paktel telah memiliki lisensi untuk Very Small Aperture Satellite (VSAT), Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), dan Radio Trunking.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar