BPS Batam pakai metode CAPI dalam sensus penduduk

id bps batam,capi sensus, sensus penduduk 2020,sensus penduduk di Batam,BPS Batam

BPS Batam pakai metode CAPI dalam sensus penduduk

Kepala BPS Batam, Rahyudin memberikan penjelasan dalam lokakarya Peningkatan Pengetahuan Wartawan/Awak Media dalam Memahami Data Statistik di Batam, Senin. (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kota Batam, Kepulauan Riau menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dalam menjalankan Sensus Penduduk 2020.

"Batam sudah pakai CAPI, jadi wawancaranya pakai 'ipad', enggak pakai kertas," kata Kepala BPS Batam, Rahyudin saat Lokakarya Peningkatan Pengetahuan Wartawan/Awak Media dalam Memahami Data Statistik di Batam, Senin.

Ia mengatakan tidak semua daerah di Indonesia menggunakan sistem itu, karena harus mengandalkan jaringan. Karena jaringan seluler di Batam dinilai baik, maka BPS memutuskan untuk menggunakan metode tersebut di Batam.

Petugas akan mendatangi rumah-rumah untuk mewawancarai warga. Hasil wawancara akan langsung diketik dan dikirim menggunakan gawai. Sehingga, petugas dan warga tidak perlu repot dengan kertas-kertas data.

Dengan menggunakan CAPI, maka diharapkan proses sensus bisa lebih cepat, karena data langsung tersimpan dan terkirim.

Sensus penduduk dengan mendatangi rumah warga akan dilaksanakan mulai Juni 2020. Sebelumnya, cacah jiwa dilakukan dengan dalam jaringan.

"Pada 17 Februari sampai akhir Maret akan dilakukan sensus secara daring. Ada waktu 45 hari bagi penduduk untuk memperbarui data yang ada di pusat data kependudukan," kata dia.

Rahyudin mengatakan ada 19 pertanyaan untuk warga dalam sensus. Ia menjamin kerahasiaan jawaban masyarakat dalam cacah jiwa 10 tahunan itu.

Masyarakat tidak perlu khawatir, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu disalahgunakan untuk kepentingan marketing dan lain-lain. Karena BPS hanya akan melaporkan ke pemerintah dalam bentuk hitungan, tidak detil nama-nama penduduk.

Sensus kependudukan 10 tahun sekali itu diharapkan dapat mewujudkan visi pemerintah, Indonesia dalam satu data.

"Sesuai dengan pernyataan Presiden, bahwa data adalah kekayaan," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar