
Rakornas KNGI dilaksanakan di Natuna

Natuna (ANTARA) - Rapat Koordinasi Evaluasi Akhir Tahun dan Penyusunan Program Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) Tahun 2020 dilaksanakan di Natuna Hotel, Ranai Darat, Ranai, Natuna, Kepri, Rabu.
"Kegiatan dilaksanakan selama dua hari kedepan," kata Kepala Biro Hukum Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Raden Rara Rita Erwati, dalam sambutannya selaku ketua panitia pelaksana.
Selanjutnya, sambutan Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan (SDEMP) RI atau Bappenas Dr. Ir. Yahya Rachman Hidayat, MSc. Menyampaikan, Kementerian ESDM mendukung penuh pengembangan Geopark di Indonesia.
"Sejak tahun 2008, Kementerian ESDM, melalui Badan Geologi telah memberikan kontribusi dalam inventarisasi, penyelidikan, penyediaan data dan informasi potensi warisan geologi untuk mendukung pengembangan geopark," kata Yahya.
Ia juga mengatakan, hingga tahun 2018, Indonesia telah memiliki Empat kawasan Geopark Global UNESCO, yaitu Gunung Batur, Gunung Sewu, Ciletuh-Palabuhan Ratu dan Rinjani.
Serta Tujuh kawasan Geopark Nasional, yaitu Kaldera Toba, Merangin Jambi, Belitong, Maros-Pangkep, Raja Ampat, Bojonegoro, dan Gunung Tambora.
Dikatakannya lagi, Kementerian ESDM saat ini tengah menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Geopark. Hal itu diharapkan dapat menjawab permasalahan terkait pengembangan geopark.
"Khususnya dapat meningkatkan sinergitas antar Kementerian atau Lembaga terkait di pusat dengan pemerintah daerah, karena pembangunan dan pengelolaan Geopark melibatkan multisektor," Tegasnya.
Ia juga berharap, ajang pertemuan para stakeholder dalam percepatan pengembangan dan pemanfaatan kawasan Geopark di Indonesia, juga merupakan pemanasan Indonesia sebelum menjadi tuan rumah Asia Pacific Geopark Network Conference 2019 yang rencananya akan diadakan di Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, Bupati Natuna sekaligus membuka Rapat Koordinasi Komite Nasional Geopark Indonesia 2019 dalam sambutannya mengatakan, Geopark merupakan wilayah geografis terpadu dengan mengedepankan perlindungan lanskap dan situs geologi yang berkelanjutan serta menjaga keseimbangan antara konservasi, edukasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
"Untuk mengoptimalkan pengembangan geopark di Indonesia diperlukan sinergi antar kementerian dan lembaga," kata dia.
Ia juga mengajak semua pihak yang terlibat dalam KNGI untuk dapat bekerja sama dengan baik dan menghasilkan pertemuan kali ini menuju Indonesia lebih maju.
Selain itu, Ia juga mengucapkan terima kasih dan selamat datang bagi para peserta Rakornas KNGI di Natuna.
"Mari kita kerja secara terintegrasi, agar pengembangan Geopark ini bisa bagus dengan didukung oleh penelitian oleh kementerian dan lembaga sehingga dapat memacu singkronisasi serta harmonisasi perkembangan pariwisata nasional, sehingga kita berharap 20 juta turis tahun depan itu bisa dicapai," harapnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan (SDEMP) RI atau Bappenas Dr. Ir. Yahya Rachman Hidayat, MSc. Kepala Sub Direktorat Geologi, Pertambangan Umum dan Panas Bumi Kementerian Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan (KSDEMP) RI atau Bappenas, Togu Pardede, ST, MIDS.
Kepala Biro Informasi dan Hukum Kemenkomar, Latief Nurbana, pengurus IKAAI, Mirawati Sudjono, MAGI, Heryadi Rachmat.
Sementara dari perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Kemaritiman, Firmansyah Rahim, Azwir Malaon dan Latief Nurbana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, Ida Bagus Gede Giri Putra, Kemenhan, Bambang Supriadi, Pemerintah Natuna, DPRD Natuna, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, FKPD dan OPD setempat.
Pewarta : Cherman
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
