Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan minta Kapolres dan Bupati Bintan datang ke Tambelan

Minggu, 19 April 2020 10:54 WIB
Image Print
350 orang demo di kantor Mapolsek Tambelan (Saud)

Tambelan, Bintan (ANTARA) - Sejumlah masyarakat nelayan di Tambelan melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolsek Tambelan (18/4) yang meminta Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono dan Bupati Bintan Apri Sujadi datang ke Tambelan seandainya ingin menyelesaikan perkara KM Harapan Jaya 1, yang dibakar oleh warga.

Aspirasi tersebut disampaikan sejumlah nelayan Tambelan dengan menyampaikan beberapa opsi lain, di antaranya meminta aparat bertindak tegas terhadap kapal ikan yang masuk ke wilayah Tambelan yang menyalahi aturan jarak tangkap ikan.

Tanpa dihadiri Camat Tambelan dan UPT Perikanan Tambelan, massa nelayan Tambelan juga meminta revisi izin tangkap nelayan yang dikeluarkan Provinsi Kepri agar disesuaikan dengan kearifan lokal di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan.

Sekitar 350 massa nelayan yang melakukan unjuk rasa itu juga mengharapkan penyelesaian secara damai terhadap dugaan pembakaran kapal ikan KM Harapan Jaya 1.

Baca juga: HNSI Tambelan minta pemerintah lindungi nelayan

Baca juga: Warga Tambelan bakar kapal cumi dari Tanjungbalai Karimun

Menghadapi tuntutan massa nelayan tersebut, Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson akan menyampaikan ke Kapolres Bintan.

"Kami akan ikuti kemauan dari masyarakat nelayan, dan apa yang menjadi permintaan masyarakat nelayan akan kami sampaikan ke Kapolres," tutur Alson, Sabtu.

Turut hadir Ketua HNSI Tambelan Syamsuddin, Ketua LAM Kecamatan Tambelan Hidayaat Z.A, Kasi Kesra Kecamatan Tambelan Suhardi, sejumlah kades, tokoh masyarakat, dan Danramil 07 Tambelan Kapten Inf Tomson Rajagukguk.

Baca juga: HNSI: Ada kesepakatan sejak 2018 tentang jarak tangkap di Tambelan



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026